Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pendataan Kerusakan Infrastruktur Pascagempa NTT Masih Berlangsung

Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti menyebut pendataan kerusakan infrastruktur akibat gempa NTT masih berjalan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Padar is a small island located between Komodo and Rinca islands within Komodo archipelago, administrated under the West Manggarai Regency, East Nus…
Foto arsip: Padar is a small island located between Komodo and Rinca islands within Komodo archipelago, administrated under the West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia. · Foto: Alibasdaysar / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Labuan Bajo — Pemerintah pusat masih mendata kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, sementara sejumlah fasilitas di kawasan Flores bagian barat, termasuk destinasi wisata, mulai terverifikasi terdampak pascabencana.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Diana Kusumastuti menyatakan pendataan kerusakan infrastruktur di NTT masih berlangsung dan belum seluruhnya dirangkum dalam laporan resmi kepada publik. Menurut dia, proses identifikasi dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta jajaran kementerian terkait yang berada di lokasi bencana.

Dalam keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 17 Agustus 2026, Diana menjelaskan pemerintah belum dapat menyampaikan total infrastruktur yang rusak maupun nilai kerugian akibat gempa. “Ini sedang kita identifikasi, Pak Menteri, Menko PMK sedang di sana melakukan identifikasi. Tapi saya belum tahu, laporannya sedang disusun,” kata Diana.

Ia menambahkan kerusakan terjadi pada sejumlah bangunan dan ruas jalan di wilayah terdampak gempa. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami longsor sehingga sempat mengganggu konektivitas antarkawasan. Namun, Diana menegaskan konektivitas wilayah NTT tidak sepenuhnya terputus karena penanganan darurat dilakukan untuk menjaga akses tetap berfungsi.

Bangunan di Pulau Rinca dan Pulau Padar

Diana menyebutkan pendataan juga mencakup bangunan di destinasi wisata Pulau Rinca dan Pulau Padar. Menurut dia, terdapat bangunan di kedua pulau tersebut yang mengalami kerusakan sebagian akibat guncangan gempa, termasuk bangunan yang “sedikit runtuh”. Ia menegaskan pendataan masih berlangsung untuk memastikan jenis bangunan dan tingkat kerusakan secara rinci.

Selain bangunan di kawasan wisata, laporan awal Kementerian PUPR mencatat kerusakan pada fasilitas bangunan publik di sejumlah daerah, serta longsor yang memengaruhi jaringan jalan. Peninjauan fisik difokuskan pada pemetaan dampak terhadap sarana pendukung destinasi pariwisata dan konektivitas wilayah.

Ruas jalan dan jembatan terdampak

Data sementara Kementerian PUPR menunjukkan puluhan ruas jalan dan jembatan di NTT terdampak gempa. Dalam pendataan yang dikutip media, kementerian mencatat belasan hingga puluhan ruas jalan mengalami longsor dan patahan, dengan puluhan titik kerusakan di sepanjang jaringan jalan nasional.

Sejumlah jembatan dan duiker juga dilaporkan terdampak dan masuk dalam daftar penanganan darurat. Menurut laporan tersebut, seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak telah dikembalikan fungsinya, meskipun verifikasi teknis terhadap kerusakan dan kebutuhan perbaikan permanen masih berjalan.

Pendataan tidak hanya menyasar jalan dan jembatan, tetapi juga gedung pemerintahan, fasilitas publik, serta infrastruktur air minum dan sumber daya air di berbagai kabupaten. Inventarisasi mencakup puluhan sistem penyediaan air minum, prasarana gedung, serta bendung dan daerah irigasi yang turut terdampak.

Pendataan sebagai dasar pemulihan

Pemerintah menyatakan hasil identifikasi kerusakan akan menjadi dasar penentuan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di NTT. Menurut Diana, tahapan pendataan diperlukan untuk membedakan bangunan dan ruas jalan yang masih dapat digunakan, yang memerlukan perbaikan, dan yang membutuhkan penanganan menyeluruh.

Sejalan dengan pendataan yang dilakukan Kementerian PUPR, pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana menghimpun data kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, kesehatan, jalan, rumah ibadah, kantor, dan irigasi di seluruh wilayah terdampak. Data tersebut menjadi rujukan bagi pemerintah pusat dalam menyusun rencana pemulihan.

Bagi masyarakat dan pelaku wisata di Flores bagian barat, termasuk Manggarai Barat dan kawasan Taman Nasional Komodo, kepastian mengenai lokasi terdampak, tingkat kerusakan, serta jadwal penanganan menjadi penting untuk mengetahui kelanjutan akses dan pemulihan fasilitas. Pemerintah menyatakan semua proses tersebut bergantung pada rampungnya verifikasi kerusakan di lapangan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.