Harga Cabai di Pasar Bukit Cermin Naik Jadi Rp60 Ribu
Harga cabai dan sejumlah bahan pokok di Pasar Bukit Cermin, Labuan Bajo, naik setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores dan Labuan Bajo pada 15 Agustus 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bukit Cermin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, naik setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan memicu tsunami kecil di Labuan Bajo pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia yang disiarkan Metro TV pada Sabtu, 5 September 2026, seorang pedagang bernama Rangga menyebut harga cabai yang sebelumnya sekitar Rp40 ribu kini mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram. Ia menjelaskan kenaikan juga terjadi pada bawang merah, bawang putih, bawang bombai, kentang, tomat, cabai besar, dan cabai keriting, dengan estimasi kenaikan rata-rata sekitar 15 persen dibanding sebelum gempa.
Harga komoditas di Pasar Bukit Cermin
Metro TV melaporkan aktivitas jual beli di pasar rakyat Bukit Cermin telah kembali berjalan normal secara fisik, namun harga bahan pokok belum sepenuhnya stabil. Rangga menyatakan jumlah pembeli berkurang dibandingkan sebelum gempa.
Dalam laporan yang sama, Rangga merinci kisaran harga komoditas di lapak miliknya sebagai berikut:
- Cabai: sekitar Rp60 ribu per kilogram, sebelumnya sekitar Rp40 ribu.
- Bawang putih: sekitar Rp40 ribu per kilogram.
- Bawang merah: sekitar Rp30 ribu per kilogram.
- Kentang: sekitar Rp25 ribu per kilogram.
- Tomat: sekitar Rp20 ribu per kilogram.
- Cabai besar: sekitar Rp50 ribu per kilogram.
- Cabai keriting: sekitar Rp40 ribu per kilogram.
Rangga menyebut kenaikan harga bahan pokok tersebut terjadi setelah gempa besar di Flores dan Labuan Bajo pada 15 Agustus 2026, yang menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bermagnitudo 7,7 dan disusul ribuan gempa susulan. BNPB mencatat gempa itu mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya dan menjadi latar situasi pemulihan di Labuan Bajo.
Dampak gempa terhadap aktivitas pasar
Menurut Rangga, penurunan jumlah pembeli di Pasar Bukit Cermin berkaitan dengan warung dan usaha kecil yang belum sepenuhnya beroperasi seperti sebelum gempa. Warung-warung tersebut biasanya menjadi pelanggan pedagang di pasar sehingga perubahan aktivitas mereka memengaruhi permintaan bahan pokok.
Metro TV menggambarkan suasana pasar yang mulai kembali ramai, dengan pedagang dan warga beradaptasi terhadap kondisi pascabencana. Namun, dalam tayangan tersebut belum ada penjelasan rinci mengenai penyebab langsung kenaikan harga, apakah terkait gangguan distribusi, kerusakan infrastruktur, berkurangnya pasokan, atau faktor lain di Labuan Bajo.
Data lain dari RRI dan VoxNtt pada Maret 2026 menunjukkan harga cabai dan bawang di Pasar Rakyat Batu Cermin — pasar tradisional lain di Labuan Bajo — juga mengalami fluktuasi, dengan cabai rawit sempat menyentuh Rp75 ribu per kilogram menjelang Idul Fitri. Satgas Pangan dalam laporan tersebut menyebut stok bahan pokok penting di Labuan Bajo masih mencukupi meski terdapat kenaikan harga yang bervariasi.
Imbas terhadap usaha dan rumah tangga
Kenaikan harga cabai dan bumbu dapur berpotensi menambah beban biaya operasional bagi usaha kuliner dan pelaku pariwisata yang bergantung pada pasokan dari pasar tradisional Labuan Bajo. Dalam laporan Metro TV, hal ini tercermin dari keluhan pedagang mengenai berkurangnya pembeli setelah harga naik.
Sejauh ini, data resmi rata-rata harga pangan harian spesifik untuk Labuan Bajo pascagempa belum ditampilkan dalam laporan yang dikutip. Informasi yang tersedia masih berasal dari pengamatan pedagang di Pasar Bukit Cermin dan pemantauan Satgas Pangan di Pasar Rakyat Batu Cermin.
Sumber
- Metro TV - Harga Bahan Pokok di Labuan Bajo Naik Pascagempa
- BNPB - [Update] 3.002 Gempa Susulan di Flores, Aktivitas Menunjukkan Tren Menurun
- RRI - Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Sidak Pasar Labuan Bajo
- VoxNtt - Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri
- Detikcom - Tsunami Setinggi 0,3 M Terjadi di Labuan Bajo Usai Gempa M 7,7 NTT
Berita berikutnya
BRI Labuan Bajo Janji Selesaikan Masalah Sertifikat dan BPKB Nasabah
BRI Cabang Labuan Bajo menyatakan komitmen menyelesaikan persoalan sertifikat tanah dan BPKB kendaraan milik nasabah secara bertanggung jawab, setelah…
Baca juga


