Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Harga Ayam Naik 9,2 Persen, Bawang Merah dan Putih Turun Nasional

Laporan Dewan Ekonomi Nasional mencatat harga daging ayam ras naik 9,2 persen secara bulanan pada minggu kedua Agustus 2026, sementara bawang merah dan bawang putih turun.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Harga daging ayam ras naik 9,2 persen secara bulanan pada minggu kedua Agustus 2026, sementara harga bawang merah turun 13,3 persen dan bawang putih turun 9,1 persen. Perkembangan harga ini tercatat dalam laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tentang pangan nasional, namun laporan tersebut tidak memuat rincian harga di Manggarai Barat.

Laporan DEN berjudul Perkembangan Harga Pangan Minggu II Agustus 2026 diterbitkan pada 18 Agustus 2026. Dalam laporan itu, DEN menjelaskan kenaikan harga daging ayam ras bulanan 9,2 persen dipengaruhi peningkatan permintaan setelah libur sekolah berakhir dan aktif kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

DEN mencatat bahwa secara tahunan daging ayam ras mengalami tekanan harga terbesar, dengan kenaikan 17,2 persen. Menurut DEN, permintaan yang menguat dari program MBG dan peralihan konsumsi dari ikan ke ayam di wilayah pesisir akibat cuaca buruk turut menekan harga ketika pasokan ayam terbatas dan biaya pakan meningkat.

Perubahan harga pangan nasional yang dirangkum DEN untuk minggu kedua Agustus 2026 antara lain:

  • Daging ayam ras: naik 9,2 persen secara bulanan dan 17,2 persen secara tahunan.
  • Bawang merah: turun 13,3 persen secara bulanan.
  • Bawang putih: turun 9,1 persen secara bulanan.
  • Cabai merah: naik 5,7 persen secara tahunan.
  • Cabai rawit: naik 16 persen secara tahunan.
  • Minyak goreng: naik 9,3 persen secara tahunan.

Penyebab pergerakan harga pangan

Penurunan harga bawang merah dikaitkan DEN dengan panen di sejumlah sentra produksi. Adapun penurunan harga bawang putih didorong realisasi impor selama semester pertama 2026 yang mencapai sekitar 229,76 ribu ton.

Untuk wilayah pesisir, DEN menjelaskan bahwa cuaca buruk dapat menurunkan hasil tangkapan nelayan. Kondisi ini berpotensi menggeser konsumsi rumah tangga dari ikan ke daging ayam ras, sehingga permintaan ayam meningkat ketika pasokan belum sepenuhnya menyesuaikan.

DEN juga mencatat bahwa harga minyak goreng meningkat 9,3 persen secara tahunan, selaras dengan masih tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) global yang naik sekitar 13,1 persen secara tahunan. Harga daging sapi tercatat naik 8 persen secara tahunan; meski begitu, menurut laporan tersebut, Kementerian Pertanian melaporkan harga daging sapi di tingkat konsumen sudah melandai secara mingguan pada minggu kedua Agustus 2026.

Risiko pasokan pangan masih dipengaruhi kondisi kemarau. Dalam laporan yang sama, DEN mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa lebih dari tiga perempat wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal Agustus, dengan mayoritas wilayah mengalami curah hujan rendah. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi produksi pangan di berbagai daerah.

Kebijakan stok dan inflasi pangan

DEN menyebut badan pangan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan dan harga pangan, termasuk penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Per 12 Agustus 2026, stok CBP dilaporkan mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Selain penguatan stok beras, kebijakan lain yang dicantumkan dalam laporan DEN mencakup pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, penyaluran beras untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, bantuan beras bagi keluarga penerima manfaat, serta upaya optimalisasi irigasi dan pompanisasi untuk menghadapi kemarau yang diproyeksikan lebih kering dan panjang pada Agustus–September 2026.

DEN memperkirakan inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) pada Agustus 2026 menurun sekitar 0,5 persen. Dampak inflasi volatile food terhadap inflasi indeks harga konsumen diperkirakan berkurang sekitar 0,1 persen.

Dampak bagi Labuan Bajo

Bagi rumah tangga, pelaku usaha kuliner, dan sektor pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya, perubahan harga ayam, bumbu, minyak goreng, dan komoditas pangan lain di tingkat nasional berpotensi memengaruhi biaya belanja dan operasional. Namun, laporan DEN yang tersedia hanya memberikan gambaran perkembangan harga pangan secara nasional dan tidak menyajikan data khusus untuk pasar Labuan Bajo maupun Kabupaten Manggarai Barat.

Data pergerakan harga di Labuan Bajo dan Manggarai Barat akan bergantung pada pemantauan harga di tingkat daerah, termasuk data sistem pemantauan harga pangan yang dikelola otoritas terkait. Tanpa data tersebut, perbandingan langsung antara pola harga nasional dan lokal belum dapat dilakukan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.