Gempa Rusak Kampus, Kuliah Unika Santu Paulus Ruteng Beralih Daring
Unika Santu Paulus Ruteng mengalihkan perkuliahan ke sistem daring setelah gempa 15 Agustus 2026 merusak puluhan bangunan kampus dan rumah dosen. Pemerintah menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi ribuan mahasiswa terdampak di NTT.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Ruteng — Sebanyak 1.626 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Perkuliahan di kampus tersebut dialihkan sepenuhnya ke sistem daring untuk menjaga keberlanjutan pendidikan.
Kondisi Unika Santu Paulus Ruteng disorot dalam kunjungan kerja Komisi X DPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ke wilayah terdampak gempa di NTT. Menurut keterangan resmi kementerian, gempa menyebabkan kerusakan pada bangunan kampus dan hunian dosen, sehingga proses belajar mengajar tatap muka belum dapat dilaksanakan secara normal.
Kementerian mencatat sebanyak 88 rumah dosen dan 68 bangunan serta fasilitas perguruan tinggi di Unika Santu Paulus Ruteng mengalami kerusakan. Dalam situasi tersebut, pihak kampus mempertahankan perkuliahan dengan memanfaatkan pembelajaran jarak jauh, termasuk orientasi bagi mahasiswa baru.
Menurut penjelasan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kampus menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi. Langkah itu antara lain penundaan pembayaran biaya kuliah, keringanan biaya bagi mahasiswa terdampak, serta pembentukan posko dan penyaluran bantuan tanggap darurat bagi dosen dan mahasiswa.
Data pokok penanganan di Unika Santu Paulus Ruteng yang disampaikan pemerintah mencakup beberapa hal. Pertama, 1.626 mahasiswa tercatat terdampak gempa. Kedua, 88 rumah dosen dilaporkan rusak. Ketiga, terdapat 68 titik kerusakan pada bangunan dan fasilitas perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah pusat menyiapkan skema bantuan untuk total 5.000 mahasiswa terdampak bencana di NTT.
Perkuliahan dialihkan secara daring
RRI melaporkan bahwa Unika Santu Paulus Ruteng melanjutkan seluruh perkuliahan melalui pembelajaran daring, termasuk kegiatan orientasi mahasiswa baru. Upaya ini ditempuh sambil menunggu proses asesmen dan perbaikan bangunan kampus yang rusak.
Kementerian menyatakan akan menyesuaikan kebijakan agar pembelajaran di perguruan tinggi terdampak tetap berjalan. Staf Ahli Bidang Regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Nur Syarifah, menyebut kementerian mencatat berbagai kebutuhan yang disampaikan kampus dan sedang membahas penyesuaian regulasi untuk mendukung proses belajar dalam masa pemulihan pascabencana.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak. Dalam kunjungan ke posko lapangan Unika Santu Paulus Ruteng, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyampaikan bahwa Uang Kuliah Tunggal akan dibebaskan selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa terdampak gempa di NTT, dengan kemungkinan perpanjangan jika situasi belum pulih.
Menurut pernyataan Kementerian, bantuan pendidikan tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang terdampak bencana. Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai upaya menjaga agar bencana tidak memutus akses dan keberlanjutan pendidikan tinggi di wilayah terdampak.
Koordinasi pemerintah dan DPR
RRI melaporkan bahwa Komisi X DPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan terus berkoordinasi terkait pendataan, kebijakan, dan penyaluran bantuan bagi mahasiswa terdampak di NTT. Koordinasi ini mencakup dukungan bagi perguruan tinggi swasta untuk memperbaiki ruang pembelajaran dan laboratorium yang rusak.
Dalam pemberitaan lembaga penyiaran publik tersebut, kunjungan ke Unika Santu Paulus Ruteng dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah melindungi akses pendidikan tinggi sambil mendukung pemulihan komunitas yang terdampak gempa di NTT.
Sumber
Berita berikutnya
SDN Kaburea Masih Belajar di Tenda Setelah Gempa Flores M 7,7
SDN Kaburea di Desa Tenda Kinde, Nagekeo, tetap menggelar pembelajaran di tenda mandiri sekitar satu bulan setelah gempa Flores magnitudo 7,7 pada 15…

