Dinkes Catat 493 Kasus Diare di Manggarai Barat
Dinas Kesehatan Manggarai Barat mencatat 493 kasus diare di berbagai fasilitas kesehatan hingga awal September 2026. Pemeriksaan air di wilayah kerja Puskesmas Wae Nakeng menemukan bakteri E.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mencatat ratusan kasus diare di berbagai fasilitas kesehatan hingga awal September 2026, dengan kasus tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor. Peningkatan kasus terjadi di tengah masa tanggap darurat pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Theresia P. Asmon mengatakan diare menyerang anak-anak dan orang dewasa. Menurut dia, kasus mulai meningkat sebelum gempa lalu bertambah pada masa tanggap darurat setelah 15 Agustus 2026. Data yang disampaikannya menyebut terdapat 493 kasus diare yang tercatat di berbagai fasilitas kesehatan di Manggarai Barat.
Dalam laporan yang sama, Theresia menyebut sebaran kasus terjadi di Labuan Bajo dan wilayah lain di ujung barat Pulau Flores. Di Labuan Bajo, warga melaporkan anak-anak mengalami diare dengan keluhan sakit perut, muntah, demam, dan lemas dalam beberapa hari.
Pemeriksaan air di Wae Nakeng
Dinkes Manggarai Barat melakukan pemeriksaan kualitas air di wilayah kerja Puskesmas Wae Nakeng karena wilayah tersebut mencatat kasus diare tertinggi. Tim mengambil 16 sampel air untuk diperiksa.
Menurut Theresia, hasil pemeriksaan di Wae Nakeng menunjukkan bebas cemaran kimia dan hanya menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sebagian sampel. Dari 16 sampel yang diperiksa, dua sampel dinyatakan positif E. coli, yang disebut sebagai cemaran sanitasi pada tempat penyimpanan air. Temuan ini mengindikasikan persoalan utama berada pada kebersihan wadah dan pengelolaan air di tingkat rumah tangga, bukan pada sumber air.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sampel air dari sejumlah depo air isi ulang di berbagai wilayah Manggarai Barat. Theresia menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sampel depo air yang telah keluar dinyatakan negatif bakteri. Sebagian sampel lain masih dalam proses pemeriksaan laboratorium pada saat pernyataan itu disampaikan.
Dinkes merinci beberapa poin utama terkait situasi diare di Manggarai Barat hingga awal September 2026:
- 493 kasus diare tercatat di berbagai fasilitas kesehatan di Manggarai Barat.
- Wilayah dengan kasus tertinggi adalah Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor.
- Dua dari 16 sampel air yang diperiksa di Wae Nakeng positif mengandung E. coli, terkait sanitasi penyimpanan air.
Selain Wae Nakeng, tim kesehatan melakukan penelusuran di wilayah Puskesmas Batu Cermin dan Labuan Bajo untuk memetakan sebaran kasus diare. Penelusuran ini berlangsung bersamaan dengan layanan kesehatan bagi warga di lokasi terdampak gempa.
Konteks pascagempa NTT
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah kabupaten di NTT, termasuk Manggarai Barat, pada 15 Agustus 2026. Kementerian Kesehatan mencatat berbagai penyakit yang muncul di wilayah pengungsian, dengan ISPA sebagai kasus terbanyak, diikuti dermatitis dan diare. Dalam laporan nasional, Kemenkes menyebut terdapat 1.512 kasus diare di tujuh kabupaten terdampak gempa, termasuk Manggarai Barat.
Data Dinas Kesehatan Manggarai Barat menunjukkan bahwa diare merupakan masalah berulang di wilayah ini. Dalam profil kesehatan kabupaten, jumlah kasus diare tercatat 3.171 kasus pada 2022 dan menurun menjadi 2.264 kasus pada 2023. Angka kesakitan diare per 1.000 penduduk di beberapa puskesmas, termasuk Wae Nakeng, menunjukkan beban penyakit yang signifikan.
Situasi diare di Manggarai Barat pada masa tanggap darurat gempa menjadi perhatian khusus dinas kesehatan. Pemeriksaan sumber air dan depo air isi ulang, serta pemetaan kasus di Wae Nakeng, Batu Cermin, dan Labuan Bajo, menjadi bagian dari upaya mengendalikan peningkatan kasus diare. Hingga 3 September 2026, dinas kesehatan belum menyampaikan penetapan satu penyebab tunggal peningkatan kasus, dan penanganan difokuskan pada perbaikan sanitasi, pemeriksaan air, serta layanan pengobatan di fasilitas kesehatan.
Sumber
- detikcom - "Manggarai Barat Dilanda Kasus Diare"
- Headline.co.id - "ISPA Pascagempa NTT Capai 25.017 Kasus, Kemenkes Kerahkan Relawan"
- Bloomberg Technoz - "Tiga Penyakit Terbanyak Pasca Gempa NTT, ISPA Capai 25.017 Kasus"
- Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat - "Profil Kesehatan 2023"
- TVRI News - "Kemenkes: Korban Meninggal Gempa M 7,7 NTT Capai 135 Orang"
Berita berikutnya
Kemenag dan FKUB Dampingi Warga Flores Pascagempa
Kementerian Agama dan FKUB memperkuat pendampingan psikologis serta spiritual bagi warga Flores terdampak gempa, termasuk di Manggarai Barat.
Baca juga




