Dugaan Pemukulan di DPRD Ende, Irwan Kila Tempuh Jalur Hukum
Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso diduga memukul Ketua Fraksi Hanura Hironimus Irwan Kila Pelo saat rapat paripurna pembahasan Perubahan APBD 2026 pada 1 September 2026. Irwan melapor ke polisi, dan kasusnya masih diselidiki.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Ende — Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso diduga memukul Ketua Fraksi Hanura DPRD Ende, Hironimus Irwan Kila Pelo, dalam rapat paripurna pembahasan Perubahan APBD 2026 pada Selasa, 1 September 2026. Irwan kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Ende, dan kepolisian menyatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
Dalam keterangan yang diberitakan beberapa media lokal, Irwan menyebut insiden itu terjadi saat rapat kerja Badan Anggaran DPRD Ende bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Rapat berlangsung di ruang paripurna Kantor DPRD Ende, ketika pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sedang berjalan.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan itu. Menurut pemberitaan media lokal, penyidik Polres Ende memeriksa saksi-saksi dan melengkapi alat bukti untuk menelusuri peristiwa tersebut.
Irwan juga menyampaikan kronologi tertulis yang menyebut dirinya mendapat perlakuan penganiayaan dari Fransiskus Taso pada hari kejadian. Dalam pemberitaan yang sama, Fransiskus Taso kemudian menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui keterangan resmi yang diterima media lokal.
Peristiwa itu menyita perhatian karena terjadi di tengah pembahasan anggaran daerah. Insiden di ruang paripurna berlangsung saat DPRD Ende membahas perubahan anggaran tahun 2026, yang menjadi agenda penting bagi pemerintah daerah dan legislatif.
Sejumlah pemberitaan lanjutan juga menyebut proses mediasi sempat dibicarakan, tetapi laporan polisi tetap berlanjut. Hingga kini, perkara itu masih berada dalam tahap penyelidikan kepolisian.
Sumber
Berita berikutnya

Dua Nelayan Sikka Hilang Kontak Saat Berlayar ke Pulau Karumpa
Dua nelayan asal Sikka, Ahmad Junaidi dan Jiar Junaidi Mendome, dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Karumpa sejak 18 September 2026. T…
Baca juga



