Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Abu Lewotolok, Wings Air Batalkan 4 Penerbangan di NTT

Wings Air membatalkan empat penerbangan Kupang–Lewoleba dan Kupang–Larantuka pada Selasa, 1 September 2026, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Wings Air membatalkan sementara empat penerbangan yang menghubungkan Kupang dengan Lewoleba dan Larantuka pada Selasa, 1 September 2026, akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Menurut manajemen maskapai, keputusan diambil untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan pembatalan dilakukan karena abu vulkanik terdeteksi di wilayah sekitar Bandar Udara Wunopito di Lewoleba (LWE) dan Bandar Udara Gewayantana di Larantuka (LKA), sehingga berdampak pada operasional penerbangan di kedua bandara tersebut pada hari itu.

Empat penerbangan yang dibatalkan pada 1 September 2026 terdiri atas dua rute Kupang–Lewoleba dan dua rute Kupang–Larantuka. Menurut keterangan resmi Wings Air dan pemberitaan sejumlah media, rincian penerbangan yang terdampak adalah sebagai berikut:

  • IW1929 rute Kupang–Larantuka, jadwal keberangkatan pukul 09.25 WITA.
  • IW1928 rute Larantuka–Kupang, jadwal keberangkatan pukul 10.50 WITA.
  • IW1995 rute Kupang–Lewoleba, jadwal keberangkatan pukul 08.30 WITA.
  • IW1994 rute Lewoleba–Kupang, jadwal keberangkatan pukul 09.50 WITA.

Status bandara dan pemberitahuan penerbangan

Dalam pernyataan resmi, Wings Air menyebut langkah pembatalan merujuk pada pemberitahuan otoritas penerbangan mengenai kondisi ruang udara dan bandara yang terdampak abu vulkanik. Abu dari erupsi Gunung Lewotolok dilaporkan terbawa angin ke jalur penerbangan dan wilayah sekitar Wunopito dan Gewayantana pada 1 September 2026, sehingga maskapai memilih menghentikan sementara operasional di rute tersebut.

Sehari kemudian, pada 8 September 2026, Wings Air kembali mengumumkan pembatalan sementara penerbangan dari dan menuju Lewoleba dan Larantuka setelah otoritas menyatakan Bandar Udara Wunopito ditutup sementara akibat abu vulkanik. Maskapai merujuk pada NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26 yang menetapkan Wunopito berstatus ditutup mulai 8 September 2026 pukul 07.01 WIB sampai perkiraan 9 September 2026 pukul 06.00 WIB.

AirNav Indonesia kemudian memperbarui pemberitahuan itu melalui NOTAM C1145/26 NOTAMR C1134/26. Dalam pembaruan tersebut, Bandara Wunopito (kode WATW) dinyatakan tetap berstatus closed akibat abu vulkanik, dengan penutupan diperpanjang mulai Rabu, 9 September 2026 pukul 07.18 WITA hingga estimasi Kamis, 10 September 2026 pukul 07.00 WITA.

Pilihan bagi penumpang dan risiko abu vulkanik

Wings Air menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, dan penyedia layanan navigasi udara untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Lewotolok dan dampaknya terhadap keselamatan penerbangan. Menurut Danang Mandala Prihantoro, penumpang yang terdampak pembatalan dapat menghubungi layanan pelanggan maskapai untuk mengatur perubahan jadwal atau pengembalian dana tiket sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam penjelasannya, Danang menuturkan abu vulkanik berbeda dari awan biasa karena mengandung partikel padat yang dapat terbawa angin ke jalur penerbangan. Partikel tersebut berpotensi menurunkan jarak pandang dan mengganggu kinerja mesin serta sistem pesawat jika masuk ke komponen mesin.

Abu vulkanik juga dapat menyebabkan keausan dan kerusakan pada berbagai bagian pesawat, termasuk kaca kokpit dan permukaan sayap. Karena itu, maskapai memilih membatalkan penerbangan di rute yang terdampak hingga ruang udara dan bandara dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Dampak erupsi Lewotolok pada konektivitas NTT

Erupsi Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata dan sebaran abu vulkaniknya mengganggu konektivitas udara antarpulau di NTT pada awal September 2026. Pembatalan penerbangan Wings Air pada 1 September 2026 dan penutupan sementara Bandara Wunopito pada 8–10 September 2026 menunjukkan bagaimana aktivitas vulkanik di satu pulau dapat memengaruhi layanan transportasi udara ke wilayah lain.

Pembukaan kembali penerbangan di rute Kupang–Lewoleba dan Kupang–Larantuka bergantung pada penilaian keselamatan dari otoritas penerbangan, penyedia layanan navigasi, dan pengelola bandara setelah sebaran abu vulkanik dinilai tidak lagi membahayakan operasional pesawat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.