Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Dataset Kunjungan Labuan Bajo 2025 Tampil Tanpa Rincian Angka Bulanan

Dataset resmi Kemenparekraf tentang jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo tahun 2025 sudah tersedia dan dapat diunduh dalam bentuk berkas XLSX.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Labuan Bajo — Dataset resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tentang jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo tahun 2025 sudah tersedia di portal Katalog Data Kemenparekraf, tetapi informasi yang ditampilkan di halaman tersebut belum memuat isi tabel kunjungan secara rinci.

Dataset berjudul “Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Labuan Bajo Tahun 2025” itu disajikan dalam berkas berformat XLSX yang dapat diunduh melalui tautan di halaman katalog. Menurut keterangan portal, berkas tersebut terakhir diperbarui pada 23 Februari 2026. Di bagian kamus data, portal mencantumkan empat kolom utama: Bulan, Wisnus, Wisman, dan TOTAL, dengan penanda bahwa Bulan dan Wisnus berjenis teks, sedangkan Wisman dan TOTAL berjenis numerik.

Halaman katalog menampilkan struktur dan metadata dataset, tetapi pratinjau isi tabel tidak ditampilkan penuh di browser. Informasi yang terlihat di halaman hanya mencakup judul dataset, format berkas, waktu pembaruan terakhir, dan struktur kolom, tanpa menampilkan angka kunjungan per bulan.

Isi dan struktur dataset di jaringan Satu Data

Selain melalui Katalog Data Kemenparekraf, dataset yang sama tercantum dalam portal Satu Data Pariwisata nasional. Portal tersebut menghubungkan ke dataset “Jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo” yang dikelola Kemenparekraf dan mencantumkan deskripsi umum bahwa data berisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Labuan Bajo. Informasi di Satu Data menegaskan bahwa sumber data berasal dari Kementerian Pariwisata.

Di kedua portal, kamus data belum menjelaskan satuan penghitungan maupun definisi operasional setiap kolom. Tidak terdapat uraian apakah angka yang dicatat merepresentasikan jumlah orang, perjalanan, atau parameter lain. Keterangan metode pencatatan, cakupan lokasi, dan sumber administrasi juga belum tercantum di halaman katalog.

Ringkasan informasi yang dapat dibaca pada portal resmi mencakup:

  • Periode dataset: tahun 2025.
  • Wilayah atau destinasi: Labuan Bajo.
  • Pengelola: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
  • Format berkas: XLSX.
  • Kolom utama: Bulan, Wisnus, Wisman, TOTAL.
  • Pembaruan terakhir berkas: 23 Februari 2026.

Angka total kunjungan 2025 dalam publikasi turunan

Meskipun halaman katalog tidak menampilkan angka per baris secara langsung, angka total kunjungan Labuan Bajo tahun 2025 telah dipublikasikan dalam beberapa sajian data yang menyebut Kemenparekraf sebagai sumber.

Platform statistik GoodStats, yang merujuk ke dataset Kementerian Pariwisata, menuliskan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sepanjang 2025 mencapai sekitar 500 ribu kunjungan dan menyebut tautan katalog Kemenparekraf sebagai sumber. Angka ini konsisten dengan pemberitaan media lokal yang mengutip data resmi dan menyebut total kunjungan 500.008 wisatawan sepanjang 2025, dengan puncak kunjungan pada Juli dan angka terendah pada Januari.

Media tersebut merinci bahwa kunjungan tertinggi terjadi pada Juli 2025 dengan 73.275 wisatawan, sedangkan jumlah terendah pada Januari dengan 16.646 wisatawan, dengan komposisi kunjungan yang didominasi wisatawan mancanegara. Pemberitaan ini menempatkan angka-angka tersebut sebagai hasil olahan data resmi pariwisata setempat.

Kebutuhan keterbukaan metodologi dan definisi

Data kunjungan Labuan Bajo tahun 2025 berpotensi menjadi dasar evaluasi kinerja pariwisata setelah periode pemulihan dan pengembangan destinasi unggulan. Namun, tanpa penjelasan di tingkat portal mengenai definisi kunjungan, satuan, dan metode pengumpulan data, pembaca perlu berhati-hati ketika membandingkan angka 2025 dengan periode lain atau dengan sumber statistik yang berbeda.

Beberapa dokumen resmi Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menunjukkan bahwa lembaga ini menggunakan data kunjungan bandara dan olahan internal untuk memantau tren wisatawan ke Labuan Bajo dalam rentang 2019–2025. Di dokumen tersebut, BPOLBF menampilkan grafik kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara per bulan pada 2025 dengan menyebut sumber data bandara dan olahan internal.

Tanpa penjelasan yang seragam di tingkat portal data nasional, perbedaan cara penghitungan — misalnya berbasis kedatangan bandara, kunjungan ke kawasan tertentu, atau perjalanan wisata — berpotensi menghasilkan angka total yang tidak langsung sebanding. Keterbukaan mengenai metodologi, cakupan, dan proses validasi data menjadi penting agar pembaca dapat menafsirkan angka kunjungan Labuan Bajo 2025 dengan tepat dan menggunakan dataset tersebut secara hati-hati dalam analisis kebijakan pariwisata.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.