Berapa Rasio Elektrifikasi NTT dan Apa Artinya bagi Flores Raya?
Rasio elektrifikasi NTT pada triwulan I 2026 masih berbeda dari angka nasional. Berikut arti dua indikator listrik dan relevansinya bagi kabupaten-kabupaten di Flores Raya.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Rasio elektrifikasi Nusa Tenggara Timur belum mencapai 100 persen. Pada triwulan I 2026, rasio elektrifikasi nasional tercatat 99,832 persen, sedangkan NTT 96,554 persen untuk rasio elektrifikasi nasional dan 89,395 persen untuk rasio elektrifikasi PLN, menurut Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM (2026). Angka ini menggambarkan tantangan akses listrik yang juga relevan bagi kabupaten-kabupaten di Flores Raya.
Berapa rasio elektrifikasi NTT?
Data peta sebaran Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menunjukkan rasio elektrifikasi nasional NTT sebesar 96,554 persen pada triwulan I 2026. Pada periode yang sama, rasio elektrifikasi PLN NTT sebesar 89,395 persen, sementara angka nasional masing-masing 99,832 persen dan 98,561 persen.
Rasio elektrifikasi nasional dan rasio elektrifikasi PLN adalah dua ukuran berbeda dalam dokumen tersebut. Karena itu, keduanya tidak dapat dibaca sebagai angka yang sama atau dijumlahkan.
Apa arti perbedaan dua angka itu?
Rasio elektrifikasi nasional menunjukkan cakupan elektrifikasi secara keseluruhan, sedangkan rasio elektrifikasi PLN menunjukkan cakupan yang terkait layanan PLN. Perbedaan keduanya memperlihatkan bahwa akses listrik di NTT juga mencakup sumber atau penyedia di luar cakupan PLN, sesuai pemisahan indikator dalam peta resmi ESDM.
Untuk Flores Raya, angka provinsi menjadi konteks bersama bagi Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur. Dokumen yang ditemukan tidak merinci angka triwulan I 2026 untuk setiap kabupaten tersebut.
Bagaimana posisi angka itu dibanding masa sebelumnya?
Peta ESDM mencatat rasio elektrifikasi nasional NTT sebesar 96,554 persen pada triwulan I 2026 dan 96,554 persen pada triwulan IV 2025. Rasio elektrifikasi PLN NTT tercatat 89,395 persen pada triwulan I 2026 dan 89,395 persen pada triwulan IV 2025.
Perbandingan ini harus dibaca sebagai posisi pada dua periode yang dicantumkan dalam dokumen, bukan sebagai ukuran perubahan tahunan. Sementara itu, Badan Pusat Statistik menyediakan tabel statistik produksi padi menurut kabupaten/kota, tetapi tabel tersebut tidak menjawab rincian rasio elektrifikasi Flores Raya.
Mengapa angka ini penting bagi Flores Raya?
Listrik memengaruhi layanan rumah tangga, sekolah, fasilitas kesehatan, usaha, dan konektivitas digital di wilayah kepulauan. Selisih antara rasio elektrifikasi nasional NTT 96,554 persen dan rasio elektrifikasi PLN 89,395 persen pada triwulan I 2026 menunjukkan bahwa pembacaan akses listrik perlu membedakan cakupan seluruh sumber dari cakupan PLN.
Kementerian ESDM juga menyebut Pulau Flores ditetapkan sebagai pulau panas bumi dan menargetkan panas bumi menjadi sumber listrik dasar utama pulau itu pada 2025. Pernyataan tersebut merupakan arah kebijakan energi, bukan angka capaian elektrifikasi setiap kabupaten di Flores Raya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Flores Raya
BMKG Catat 1.976 Gempa di NTT, Terbanyak di Flores
Stasiun Geofisika Kupang melaporkan 1.976 gempa di NTT selama 2–8 Oktober 2026. Sebanyak 22 gempa dirasakan masyarakat, dengan kejadian terbanyak di P…
Paling ramai di Flores Raya

Berita utama hari ini

Baca juga





