Kabar Labuan Bajo

Jumat, 25 September 2026

Kemiskinan Manggarai Barat 2024: Persentase Turun, Jumlah Naik

Data resmi menunjukkan persentase kemiskinan Manggarai Barat turun menjadi 16,74 persen pada 2024. Namun jumlah penduduk miskin naik menjadi 50,68 ribu orang karena jumlah penduduk juga bertambah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan warung tradisional beratap jerami di jalan berbatu dekat hutan bambu.
Ilustrasi: Deretan warung tradisional beratap jerami di jalan berbatu dekat hutan bambu. · Foto: Nurul Sakinah Ridwan / Pexels

Jumlah penduduk miskin di Manggarai Barat mencapai 50,68 ribu orang pada 2024, atau 16,74 persen penduduk. Angka itu turun dari 17,15 persen pada 2022, tetapi jumlah orang miskin tetap meningkat dari 49,95 ribu menjadi 50,68 ribu dalam periode yang sama, menurut BPS Manggarai Barat (2025).

Berapa jumlah penduduk miskin di Manggarai Barat?

Pada 2024, penduduk miskin Manggarai Barat tercatat 50,68 ribu orang dengan persentase kemiskinan 16,74 persen, menurut laporan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (2026) yang mengolah data BPS Manggarai Barat.

Ukuran jumlah orang dan persentase menunjukkan dua hal berbeda: jumlah penduduk miskin dihitung dalam orang, sedangkan persentase menunjukkan proporsinya terhadap seluruh penduduk. Karena itu, penurunan persentase tidak otomatis berarti jumlah orang miskin ikut turun.

Mengapa persentasenya turun tetapi jumlah orang miskin naik?

Jumlah penduduk Manggarai Barat meningkat dari 265,61 ribu orang pada 2022 menjadi 276,28 ribu orang pada 2024, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (2026), dengan sumber data BPS Manggarai Barat (2025).

Dalam data tersebut, penduduk miskin tercatat 49,95 ribu orang pada 2022 dan 50,68 ribu orang pada 2024. Pertumbuhan jumlah penduduk membuat persentase kemiskinan dapat menurun meski jumlah absolut penduduk miskin bertambah.

Bagaimana perubahannya sejak 2022?

Persentase penduduk miskin turun dari 17,15 persen pada 2022 menjadi 16,82 persen pada 2023, lalu 16,74 persen pada 2024, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (2026). Jumlah penduduk miskin tercatat 49,95 ribu orang pada 2022, 49,95 ribu orang pada 2023, dan 50,68 ribu orang pada 2024.

Rangkaian ini menggambarkan perbaikan pada ukuran proporsi, bukan pengurangan jumlah orang miskin. Kedua indikator perlu dibaca bersama ketika menilai perubahan kondisi sosial di Manggarai Barat.

Apa konteks ekonomi yang menyertai angka kemiskinan?

PDRB per kapita Manggarai Barat meningkat dari 14.621,32 juta rupiah pada 2022 menjadi 15.710,41 juta rupiah pada 2023 dan 16.628,84 juta rupiah pada 2024, menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (2026) yang mengutip BPS Manggarai Barat.

Angka PDRB per kapita adalah ukuran rata-rata nilai ekonomi regional per penduduk, bukan pendapatan yang diterima setiap orang. Karena itu, kenaikannya tidak dapat dibaca sebagai bukti bahwa seluruh rumah tangga mengalami kenaikan kesejahteraan dalam besaran yang sama.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Data Mabar

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.