BMKG Catat 1.976 Gempa di NTT, Terbanyak di Flores
Stasiun Geofisika Kupang melaporkan 1.976 gempa di NTT selama 2–8 Oktober 2026. Sebanyak 22 gempa dirasakan masyarakat, dengan kejadian terbanyak di Pulau Flores.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 1 menit baca
Flores — Stasiun Geofisika Kupang melaporkan 1.976 gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur selama periode 2–8 Oktober 2026. Dari jumlah itu, 22 kejadian dirasakan masyarakat. Laporan tersebut disampaikan pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas gempa paling banyak terjadi di Pulau Flores. Data ini menggambarkan masih berlangsungnya aktivitas kegempaan di NTT pada awal Oktober, setelah rangkaian gempa susulan di Flores.
Aktivitas gempa Flores perlu dipantau wisatawan dan pelayaran
Bagi warga dan pengunjung Labuan Bajo, informasi ini menjadi pengingat untuk mengikuti pembaruan BMKG sebelum bepergian melalui darat maupun laut. Laporan yang tersedia tidak menyebut penutupan pelabuhan, pembatalan pelayaran, kerusakan, atau peringatan tsunami terkait rekapitulasi periode tersebut.
Sebelumnya, sejumlah laporan BMKG yang dikutip media mencatat rangkaian gempa susulan di Flores dengan jumlah kejadian yang lebih besar pada periode sebelum 8 Oktober. Angka 1.976 merupakan rekap gempa di wilayah NTT selama 2–8 Oktober 2026, bukan jumlah gempa susulan Flores sejak gempa utama.
Stasiun Geofisika Kupang menjadi sumber keterangan mengenai 22 gempa yang dirasakan masyarakat dan dominasi kejadian di Pulau Flores. Tidak ada langkah lanjutan khusus yang disebutkan dalam laporan selain pemantauan aktivitas kegempaan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Data Mabar
Empat Kabupaten Flores Masuk Status Awas Kekeringan Oktober
Pembaruan 6 Oktober 2026 menempatkan Ende, Flores Timur, Ngada, dan Sikka dalam daftar status awas kekeringan NTT untuk Dasarian I Oktober 2026.
Paling ramai di Flores Raya

Berita utama hari ini

Baca juga





