Kabar Labuan Bajo

Selasa, 22 September 2026

Manggarai Barat dalam Angka 2025: Penduduk Naik, Kemiskinan Masih Tinggi

Manggarai Barat punya 276,28 ribu penduduk pada 2025, tetapi kemiskinan 2024 masih 16,74 persen. Data BPS dan pemerintah daerah menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum otomatis menghapus ketimpangan di sekitar Labuan Bajo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Manggarai Barat pada 2025 memiliki 276,28 ribu penduduk, tingkat kemiskinan 16,74 persen pada 2024, dan PDRB per kapita Rp16.628,84 juta pada 2024 menurut BPS Kabupaten Manggarai Barat. Data itu menunjukkan daerah ini tumbuh dalam basis ekonomi yang masih ditopang sektor-sektor tertentu, sementara beban kemiskinan tetap menjadi isu utama bagi pembaca di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Berapa besar penduduk Manggarai Barat sekarang?

Menurut BPS Kabupaten Manggarai Barat, 2025, jumlah penduduk kabupaten ini mencapai 276,28 ribu orang. Laporan yang sama juga mencatat penduduk 2023 sebanyak 270,92 ribu orang dan 2024 sebanyak 276,28 ribu orang dalam ringkasan regional diagnostic pemerintah daerah.

Angka penduduk penting karena memengaruhi kebutuhan layanan dasar, dari sekolah dan kesehatan sampai air bersih dan transportasi. Dalam konteks Labuan Bajo, pertumbuhan penduduk juga berarti tekanan yang lebih besar pada layanan kota dan wilayah penyangga.

Seberapa besar kemiskinan di Manggarai Barat?

BPS Kabupaten Manggarai Barat mencatat persentase penduduk miskin 2024 sebesar 16,74 persen, turun dari 16,82 persen pada 2023 dan 17,15 persen pada 2022. Dalam laporan regional diagnostic pemerintah daerah, jumlah penduduk miskin 2024 tercatat 50,68 ribu orang.

Bagi pembaca lokal, angka ini menjelaskan mengapa kemajuan pariwisata Labuan Bajo tidak otomatis terasa merata. Data BPS menunjukkan kesejahteraan masih tertinggal di belakang pertumbuhan ekonomi daerah.

Ekonomi Manggarai Barat ditopang oleh apa?

Dalam publikasi BPS Kabupaten Manggarai Barat, PDRB per kapita 2024 tercatat Rp16.628,84 juta. Laporan yang sama juga menyebut pertumbuhan ekonomi 2024 dan komposisi PDRB menurut lapangan usaha, yang menempatkan sektor-sektor jasa dan perdagangan sebagai bagian penting struktur ekonomi daerah.

Data daerah yang diringkas Bappeda Manggarai Barat menunjukkan PDRB per kapita naik dari Rp14.621,32 juta pada 2022 menjadi Rp15.710,41 juta pada 2023 dan Rp16.628,84 juta pada 2024. Sumber yang sama juga mencatat bahwa nilai tambah dari lapangan usaha terus bergerak, tetapi belum otomatis menghapus ketimpangan pendapatan.

Kenapa data ini penting untuk membaca Labuan Bajo?

Labuan Bajo sering dilihat sebagai etalase wisata, tetapi data resmi menunjukkan konteks yang lebih luas: jumlah penduduk terus bertambah, kemiskinan masih di atas 16 persen, dan pendapatan per kapita naik tetapi belum setara dengan gambaran daerah wisata yang makmur merata. Itu sebabnya isu infrastruktur, pekerjaan, dan pemerataan layanan tetap relevan dibahas bersama pariwisata.

Dengan membaca tiga angka dasar itu bersama-sama, pembaca dapat menilai apakah manfaat pertumbuhan sudah menyebar ke warga. Di Manggarai Barat, pertanyaan utamanya bukan hanya seberapa cepat ekonomi tumbuh, melainkan siapa yang ikut menikmati pertumbuhan itu.

Apa yang perlu dibaca dari angka-angka terbaru ini?

Ukuran paling sederhana adalah hubungan antara penduduk, kemiskinan, dan kapasitas ekonomi daerah. BPS menunjukkan penduduk Manggarai Barat sudah berada di atas 276 ribu orang pada 2025, sementara kemiskinan 2024 masih 16,74 persen dan pendapatan per kapita 2024 masih perlu dibaca bersama kualitas kerja serta pemerataan layanan.

  • Penduduk: 276,28 ribu orang pada 2025 menurut BPS Kabupaten Manggarai Barat.
  • Kemiskinan: 16,74 persen pada 2024 menurut BPS Kabupaten Manggarai Barat.
  • Penduduk miskin: 50,68 ribu orang pada 2024 menurut laporan regional diagnostic pemerintah daerah.
  • PDRB per kapita: Rp16.628,84 juta pada 2024 menurut Bappeda Manggarai Barat yang mengutip BPS.

Empat angka itu cukup untuk menjelaskan mengapa Manggarai Barat masih memerlukan kebijakan yang menyeimbangkan pariwisata, pekerjaan, dan layanan dasar. Tanpa itu, pertumbuhan di pusat wisata akan tetap menyisakan jarak dengan kehidupan mayoritas warga.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.