Kabar Labuan Bajo

Senin, 12 Oktober 2026

IPM Flores Raya 2025: Empat Kabupaten Naik ke Kategori Tinggi

IPM Nusa Tenggara Timur mencapai 69,89 pada 2025. Di Flores Raya, Sikka, Flores Timur, Nagekeo, dan Manggarai naik dari kategori sedang menjadi tinggi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tiga buku bertumpuk rapi di atas bangku kayu bundar dengan latar dinding polos.
Ilustrasi: Tiga buku bertumpuk rapi di atas bangku kayu bundar dengan latar dinding polos. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Flores Raya pada 2025 menunjukkan perbaikan di seluruh kabupaten yang tercakup, tetapi tingkat capaiannya tidak sama. Laporan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat IPM provinsi mencapai 69,89 pada 2025, naik 0,75 poin dari 2024, sementara Sikka, Flores Timur, Nagekeo, dan Manggarai naik dari kategori sedang menjadi tinggi.

Apa arti perubahan IPM bagi Flores Raya?

IPM mengukur tiga dimensi: umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Menurut Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur 2025, seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu mengalami peningkatan IPM pada 2025.

Karena itu, kenaikan status di sejumlah kabupaten Flores Raya menunjukkan perubahan kategori capaian, bukan berarti seluruh persoalan pendidikan, kesehatan, dan pendapatan telah selesai.

Kabupaten Flores Raya mana yang naik status?

Empat kabupaten Flores Raya disebut naik dari kategori sedang menjadi tinggi pada 2025: Sikka, Flores Timur, Nagekeo, dan Manggarai. Informasi itu tercantum dalam laporan kinerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diperbarui pada 2026.

Laporan yang sama menyebut Kota Kupang menjadi satu-satunya wilayah dengan kategori sangat tinggi, dengan IPM 83,65 pada 2025. Angka itu bukan capaian kabupaten di Flores Raya.

Bagaimana posisi angka provinsi?

IPM Nusa Tenggara Timur mencapai 69,89 pada 2025, menurut Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nilai tersebut tumbuh 1,08 persen atau meningkat 0,75 poin dibandingkan IPM 69,14 pada 2024.

Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur menyediakan tabel IPM menurut kabupaten dan kota dengan metode baru. Tabel itu menjadi rujukan statistik untuk membaca capaian tiap wilayah, sedangkan laporan pemerintah merangkum perubahan status pada 2025.

Mengapa angka IPM perlu dibaca bersama indikator lain?

IPM adalah ukuran gabungan yang merangkum kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Angka provinsi tidak otomatis menggambarkan keadaan setiap kabupaten, sehingga pembacaan untuk Flores Raya perlu melihat data kabupaten secara terpisah.

Sebagai contoh, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan mencatat IPM Flores Timur sebesar 69,79 pada 2024, lebih tinggi daripada IPM Nusa Tenggara Timur sebesar 69,14 pada tahun yang sama. Data itu menunjukkan perbedaan capaian antarwilayah dalam satu kawasan Flores.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.