BAZNAS Siapkan Beasiswa Rp1 Juta bagi 1.000 Mahasiswa NTT Terdampak Gempa
BAZNAS RI menyiapkan program beasiswa bagi sekitar 1.000 mahasiswa asal NTT dari keluarga terdampak gempa.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyiapkan program beasiswa bagi sekitar 1.000 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang keluarganya terdampak gempa bumi. Menurut laporan Radio Republik Indonesia (RRI), bantuan tahap pertama direncanakan sebesar Rp1 juta per mahasiswa setiap bulan selama tiga bulan.
Program ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga mahasiswa terdampak gempa. Menurut RRI, bantuan diprioritaskan bagi mahasiswa asal wilayah terdampak yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah tersebut.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menyampaikan rencana tersebut saat mengunjungi Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Senin, 24 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, ia menjelaskan bahwa mahasiswa asal NTT yang kuliah di berbagai daerah berpotensi mengalami kendala biaya karena kondisi ekonomi keluarga yang terdampak bencana.
Rencana bantuan untuk 1.000 mahasiswa
RRI menyebut program ini sebagai bagian dari upaya jangka menengah BAZNAS untuk membantu mahasiswa dari keluarga terdampak gempa yang menghadapi kesulitan biaya pendidikan dan kebutuhan hidup. Artikel BAZNAS Kota Surabaya tentang pemulihan gempa Flores juga merangkum rencana pemberian beasiswa bagi sekitar 1.000 mahasiswa asal NTT dari keluarga terdampak gempa, dengan tujuan menjaga keberlanjutan pendidikan dan mengurangi beban ekonomi.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan BAZNAS dan diberitakan RRI, pokok rencana bantuan meliputi:
- Sasaran sekitar 1.000 mahasiswa asal NTT dari keluarga terdampak gempa.
- Besaran bantuan tahap pertama: Rp1 juta per mahasiswa per bulan.
- Durasi tahap pertama: tiga bulan.
- Prioritas penerima: mahasiswa asal wilayah terdampak yang menempuh pendidikan di luar daerah terdampak.
Dalam artikel lain, RRI mencatat bahwa BAZNAS RI menerima infak kemanusiaan lebih dari Rp2 miliar dari masyarakat melalui BAZNAS Kota Bandung untuk mendukung penanganan dan pemulihan warga terdampak gempa di NTT. Dukungan pendidikan berupa 1.000 beasiswa bagi mahasiswa terdampak disebut sebagai salah satu alokasi bantuan tersebut.
Koordinasi dan prinsip penyaluran
RRI menulis bahwa BAZNAS RI melakukan berbagai bentuk dukungan kemanusiaan sejak gempa terjadi pada pertengahan Agustus 2026, termasuk bantuan logistik, layanan kesehatan, dan dukungan pendidikan. Sejumlah kanal resmi BAZNAS daerah juga menyoroti peran BAZNAS dalam pemulihan pascabencana di Flores dan NTT, serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk mendukung program-program tersebut.
Dalam pemberitaan RRI, BAZNAS RI menegaskan bahwa penyaluran bantuan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa terdampak, mengikuti prinsip “tiga aman”: aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI, sebagai landasan penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada penerima manfaat.
Sejumlah BAZNAS daerah, seperti BAZNAS DIY dan BAZNAS Lombok Barat, dalam publikasi terpisah menunjukkan pola dukungan pendidikan bagi mahasiswa melalui beasiswa perguruan tinggi dan bantuan pendidikan tinggi, sebagai bagian dari pemanfaatan dana zakat untuk keberlanjutan pendidikan. Praktik ini menjadi konteks bagi program yang disiapkan BAZNAS RI untuk mahasiswa asal NTT terdampak gempa.
Kaitan dengan dukungan pemerintah
Di luar program BAZNAS, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa terdampak gempa di NTT. Menteri Brian Yuliarto menyatakan kepada wartawan bahwa beasiswa pemerintah direncanakan untuk satu semester bagi sekitar 4.000–5.000 mahasiswa terdampak, dengan kemungkinan perpanjangan bila dampak gempa berlanjut.
Dengan demikian, mahasiswa asal NTT yang terdampak gempa berpotensi mendapatkan dua jalur dukungan pendidikan: beasiswa yang disiapkan pemerintah pusat melalui Kemdiktisaintek, dan beasiswa yang direncanakan BAZNAS RI bagi sekitar 1.000 mahasiswa dari keluarga terdampak gempa.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkab Manggarai Timur Klarifikasi Polemik Bantuan Gempa
Wakil Bupati Manggarai Timur menyatakan tidak ditemukan tekanan dari petugas BNPB kepada Camat Lamba Leda Utara terkait penandatanganan berita acara b…
Baca juga


