Kemendikdasmen: 1.960 Sekolah di Flores Masih Belajar Darurat
Kemendikdasmen mencatat 2.447 satuan pendidikan terdampak gempa di tujuh kabupaten Flores.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Sebanyak 1.960 satuan pendidikan di wilayah Flores masih melaksanakan pembelajaran dalam moda darurat pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu mencakup tujuh kabupaten di Flores, termasuk Manggarai Barat, namun pemerintah belum memublikasikan rincian per kabupaten dalam laporan terbaru.
Menurut keterangan Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Saryadi, pendataan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan menunjukkan total 2.447 satuan pendidikan terdampak hingga 10 September 2026. Satuan pendidikan itu mencakup jenjang PAUD hingga SMA, SMK, dan pendidikan khusus di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Dalam taklimat media penanganan bencana pendidikan NTT, Saryadi menyatakan bahwa pembelajaran tetap diupayakan berjalan dengan berbagai moda pembelajaran untuk menjaga keberlanjutan layanan pendidikan selama masa tanggap darurat. Pembelajaran darurat berlangsung di tenda, ruang terbuka, dan ruang kelas sementara yang dibangun sekolah bersama masyarakat.
Kerusakan ruang kelas dan warga sekolah terdampak
Data Kemendikdasmen yang dikutip sejumlah media nasional menyebutkan dari keseluruhan satuan pendidikan terdampak, 730 sekolah mengalami kerusakan berat. Pemerintah juga mencatat laporan mengenai 13.750 ruang kelas, dengan 8.728 ruang di antaranya mengalami kerusakan.
Dampak bencana dirasakan oleh ratusan ribu warga sekolah. Data pemantauan menyebut 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan terdampak kondisi darurat. Sebanyak 62.722 warga satuan pendidikan sempat berada di lokasi pengungsian, terdiri atas 54.494 peserta didik dan 8.228 guru serta tenaga kependidikan.
Angka utama pendataan sementara yang disampaikan Kemendikdasmen adalah sebagai berikut:
- Satuan pendidikan terdampak: 2.447 unit.
- Satuan pendidikan yang masih belajar darurat: 1.960 unit.
- Satuan pendidikan yang kembali belajar normal: 487 unit.
- Ruang kelas rusak dari laporan yang masuk: 8.728 ruang.
Dari 2.447 satuan pendidikan terdampak gempa, sebanyak 1.960 satuan pendidikan masih menyelenggarakan pembelajaran dalam moda darurat di tenda, ruang terbuka, maupun ruang kelas darurat. Sebanyak 487 satuan pendidikan telah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal di ruang kelas.
Posisi Manggarai Barat dalam pemantauan
Manggarai Barat termasuk satu dari tujuh kabupaten Flores yang masuk dalam pemantauan Kemendikdasmen pascagempa 15 Agustus 2026. Pemerintah pusat menegaskan pemantauan dilakukan bersama pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan dinas pendidikan kabupaten terdampak untuk memastikan keselamatan warga sekolah sekaligus keberlanjutan pembelajaran.
Namun, hingga pertengahan September 2026, laporan yang dipublikasikan Kemendikdasmen dan diberitakan media nasional masih memuat angka agregat Flores tanpa pembagian per kabupaten. Informasi mengenai jumlah satuan pendidikan terdampak, ruang kelas rusak, dan kebutuhan ruang belajar sementara di Manggarai Barat belum dirinci dalam keterangan resmi tersebut.
Kemendikdasmen menyatakan angka pendataan dapat berubah seiring proses verifikasi lapangan. Verifikasi dilakukan bersama pemerintah daerah dengan melibatkan tim revitalisasi dari berbagai direktorat, mulai dari PAUD, pendidikan dasar dan menengah, pendidikan khusus, hingga pendidikan nonformal.
Konteks rapat dan pemulihan layanan pendidikan
Pemantauan layanan pendidikan dilakukan menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Setelah masa tanggap darurat awal, Kemendikdasmen memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan dinas pendidikan kabupaten terdampak untuk mempercepat pemulihan pendidikan.
Taklimat media dan rapat evaluasi pembelajaran darurat dilaksanakan pada pekan kedua September 2026. Dalam forum itu, pemerintah memaparkan bahwa sebagian besar satuan pendidikan terdampak belum kembali menggunakan ruang kelas secara normal dan masih bergantung pada tenda belajar serta ruang kelas sementara.
Lamanya pembelajaran darurat akan bergantung pada hasil verifikasi kerusakan bangunan, percepatan penyediaan ruang kelas darurat, dan rehabilitasi fasilitas pendidikan. Pemerintah pusat menyiapkan revitalisasi pendidikan Flores, antara lain melalui dukungan tenda ruang kelas darurat dan pengalokasian anggaran khusus untuk pemulihan sarana pendidikan.
Sumber
Berita berikutnya

Bank NTT Salurkan CSR Rp200 Juta ke Pemkab Manggarai Barat
Bank NTT Cabang Labuan Bajo menyalurkan dana CSR Rp200 juta kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Bantuan ditujukan untuk penguatan sarana dan…
Baca juga



