Kabar Labuan Bajo

Jumat, 16 Oktober 2026

Akses Ende–Bajawa Pulih Setelah Longsor di Pengamuna

Longsor batu di Kilometer 33 Pengamuna, Desa Ondorea, sempat menutup jalur Ende–Bajawa pada 14 Oktober 2026 malam. Akses kini normal kembali tanpa laporan korban jiwa.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan lembah hijau luas berlatar perbukitan di bawah langit mendung gelap.
Ilustrasi: Pemandangan lembah hijau luas berlatar perbukitan di bawah langit mendung gelap. · Foto: John Wayne / Pexels

Ende — Material batu longsor menutup badan jalan nasional di Kilometer 33, Pengamuna, Desa Ondorea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, pada Rabu 14 Oktober 2026 sekitar pukul 21.00 WITA. Arus lalu lintas jalur Ende–Bajawa sempat lumpuh, sebelum petugas, warga, dan tim gabungan membersihkan material hingga seluruh jenis kendaraan kembali melintas.

Penanganan awal dilakukan secara manual oleh petugas kepolisian dan masyarakat setempat. Kendaraan roda dua sampai roda enam kemudian dapat lewat, sementara kendaraan berat sempat dihentikan karena sebagian badan jalan masih tertutup batu. Alat berat berupa ekskavator dan loader selanjutnya dikerahkan untuk membersihkan sisa material.

Laporan yang tersedia menyebut tidak ada korban jiwa maupun kerugian material. Polisi tetap mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati karena lokasi berada di kawasan tebing curam, tanah labil, dan belum memiliki tembok penahan tanah. Potensi longsor susulan meningkat ketika cuaca ekstrem melanda Nangapanda.

Jalur Ende–Bajawa pulih, tetapi titik longsor tetap perlu diwaspadai

Pulihnya akses di Kilometer 33 penting bagi mobilitas warga dan angkutan yang menghubungkan Kabupaten Ende dengan wilayah Bajawa di Kabupaten Ngada. Jalur ini juga menjadi akses utama bagi kendaraan yang bergerak di kawasan pantai utara Flores.

Material runtuh dari tebing dan menutup badan jalan di kawasan Pengamuna. Pembersihan dilakukan bertahap dengan koordinasi antara kepolisian, warga, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ende. Setelah sisa batu dievakuasi dan jalur dinyatakan aman, kendaraan roda dua, mobil, truk roda enam, hingga truk roda sepuluh dapat kembali melintas secara normal.

Pengendara disarankan mengurangi kecepatan saat melewati titik tersebut, terutama ketika hujan atau cuaca berubah cepat. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas apabila pembersihan lanjutan atau pengaturan lalu lintas kembali diberlakukan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.