Kabar Labuan Bajo

Kamis, 15 Oktober 2026

Kementerian PU Usulkan Penanganan Jalur Labuan Bajo–Boleng

Kementerian Pekerjaan Umum mengusulkan penanganan awal ruas Labuan Bajo–Boleng dan Boleng–Terang melalui skema Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan berpagar pembatas di tepi kawasan hutan tropis dengan pepohonan paku lebat.
Ilustrasi: Jalan berpagar pembatas di tepi kawasan hutan tropis dengan pepohonan paku lebat. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Labuan Bajo — Kementerian Pekerjaan Umum mengusulkan penanganan awal Jalur Lintas Utara Pulau Flores pada ruas Labuan Bajo–Boleng dan Boleng–Terang di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Usulan itu diajukan melalui skema Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah. Jalur yang diusulkan merupakan bagian dari jaringan jalan nonnasional yang menghubungkan Labuan Bajo hingga Maumere.

Ruas Labuan Bajo–Boleng menjadi akses penting Flores utara

Penanganan jalur ini mencakup jaringan sepanjang 418,62 km dari total koridor Labuan Bajo–Maumere sepanjang 472,48 km. Jaringannya melintasi tujuh kabupaten: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan kebutuhan penanganan seluruh jalur mencapai Rp5,2 triliun. Anggaran itu mencakup pekerjaan fisik, desain, pengawasan, manajemen konstruksi, perubahan pekerjaan, dan eskalasi.

Bagi warga dan pengguna jalan di Labuan Bajo serta Boleng, usulan ini berkaitan langsung dengan konektivitas menuju wilayah utara Flores. Pemerintah juga menilai jalur tersebut penting untuk kesiapsiagaan bencana dan kelancaran hubungan antarkabupaten.

Untuk tahap awal, anggaran Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah yang disiapkan sekitar Rp84 miliar. Namun, ruas lain masih memerlukan perencanaan dan sumber pendanaan lanjutan. Pemerintah juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan lahan.

Direktorat Preservasi Wilayah II Direktorat Jenderal Bina Marga menyebut perencanaan masih berada pada tahap studi kelayakan dan prosesnya sedang berjalan. Penyiapan studi kelayakan serta dokumen lingkungan juga disebut diperlukan pada tahun anggaran 2027 untuk lima kabupaten.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.