Kabar Labuan Bajo

Jumat, 16 Oktober 2026

Polres Manggarai Nyatakan Pelajar di Kebun Waso Diduga Bunuh Diri

Polres Manggarai menyatakan pelajar berusia 18 tahun yang ditemukan meninggal di kebun Waso pada 12 Oktober 2026 diduga bunuh diri berdasarkan olah TKP, visum, dan pemeriksaan saksi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bunga merah muda di dalam vas kaca bening kecil di atas meja berlatar tirai lembut.
Ilustrasi: Bunga merah muda di dalam vas kaca bening kecil di atas meja berlatar tirai lembut. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

Kebun di Kelurahan Waso — Polres Manggarai menyatakan pada 15 Oktober 2026 bahwa seorang pelajar yang ditemukan meninggal di kawasan kebun pada 12 Oktober 2026 diduga mengakhiri hidupnya sendiri.

Mengapa ini penting: Warga memperoleh perkembangan resmi kepolisian mengenai kematian seorang pelajar yang ditemukan di kawasan kebun Waso pada 12 Oktober 2026.

Kepala Seksi Humas Polres Manggarai, Kompol Gusti Putu Saba Nugraha, mengatakan kesimpulan itu didasarkan pada olah tempat kejadian perkara, hasil visum, pemeriksaan awal, dan keterangan sejumlah saksi. Polisi tidak menemukan tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Korban berusia 18 tahun dan berasal dari Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Warga menemukan jasadnya di kawasan Wae Ces, Golo Lusang, Kelurahan Waso, sekitar pukul 15.00 Wita saat mereka pulang dari kebun.

Menurut laporan Floresa, polisi menemukan sepeda motor, telepon seluler, sepasang sandal, rokok yang belum habis, dan botol obat semprot hama di sekitar lokasi. Polisi juga menemukan dua titik bekas muntahan.

Percakapan pada telepon seluler korban menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan. Menurut keterangan Nugraha yang dikutip Obor Timur, isi percakapan itu memuat ungkapan tentang beban terhadap orang tua dan keinginan mengakhiri hidup.

Polisi menggunakan percakapan tersebut bersama hasil olah tempat kejadian perkara, visum, dan keterangan saksi untuk menduga penyebab kematian. Hasil visum, sebagaimana diberitakan Obor Timur, tidak menunjukkan tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Floresa melaporkan keluarga telah menerima hasil pemeriksaan dan menandatangani surat pernyataan terkait autopsi. Kepolisian menyampaikan kesimpulan penyelidikan pada 15 Oktober, tiga hari setelah jasad korban ditemukan.

Rangkaian peristiwa

  • 12 Oktober 2026: warga menemukan jasad pelajar di kawasan kebun Wae Ces, Kelurahan Waso.
  • Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan awal, dan meminta keterangan saksi.
  • 15 Oktober 2026: Polres Manggarai menyatakan korban diduga meninggal karena bunuh diri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.