Kabar Labuan Bajo

Kamis, 15 Oktober 2026

Kementerian Pariwisata Luncurkan Camino de Flores di Flores

Kementerian Pariwisata meluncurkan Camino de Flores pada 13 Oktober 2026. Uji coba Etape Tengah berlangsung 23–27 Oktober dengan 70 peserta yang menempuh rute Bajawa–Boawae–Ende sepanjang sekitar 70 kilometer.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kaki seorang pendaki berjalan di jalur tanah berbukit di bawah langit biru cerah.
Ilustrasi: Kaki seorang pendaki berjalan di jalur tanah berbukit di bawah langit biru cerah. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Jakarta — Kementerian Pariwisata meluncurkan Camino de Flores sebagai pola perjalanan wisata jalan kaki di Pulau Flores pada Selasa, 13 Oktober 2026. Program ini menghubungkan destinasi religi, desa wisata, lanskap alam, serta daya tarik budaya dan sejarah di sejumlah wilayah Flores.

Mengapa ini penting: Uji coba ini memperkenalkan rute wisata sepanjang sekitar 70 kilometer yang melintasi Ngada, Nagekeo, dan Ende, sehingga kunjungan wisata diarahkan ke lebih banyak wilayah Flores.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan Camino de Flores ditujukan untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan ke kabupaten-kabupaten lain di daratan Flores. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers peluncuran program di Jakarta.

Pada tahap awal, Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores menetapkan Etape Tengah sebagai proyek percontohan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 23–27 Oktober 2026.

Sekitar 70 peserta dari komunitas karitatif akan menempuh rute sepanjang kurang lebih 70 kilometer. Perjalanan dimulai dari Bajawa, melewati Boawae, dan berakhir di Ende.

Menurut Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, pengembangan Camino Flores dirancang dalam tiga etape. Etape Tengah mencakup Bajawa, Nagekeo, dan Ende, sedangkan rute lain direncanakan menghubungkan wilayah Flores bagian barat dan timur.

Camino de Flores mengadopsi konsep perjalanan ziarah berjalan kaki. Selain perjalanan spiritual, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan gereja, kampung adat, situs budaya, kuliner lokal, dan kehidupan masyarakat di sepanjang jalur.

Uji coba Etape Tengah menjadi tahap awal pengembangan rute wisata yang menempatkan perjalanan lintas wilayah sebagai bagian dari pengalaman wisata Flores.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.