Kabar Labuan Bajo

Rabu, 14 Oktober 2026

Kemarau NTT Perburuk Risiko Pernapasan dan Krisis Air Bersih

Rahmatullah Aji mengingatkan warga NTT mewaspadai berkurangnya cadangan air bersih dan paparan debu selama kemarau. Awal musim hujan diprakirakan mundur hingga sekitar Desember 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah yang kering dan retak-retak dengan sedikit rumput di sela-selanya.
Ilustrasi: Permukaan tanah yang kering dan retak-retak dengan sedikit rumput di sela-selanya. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Ende — Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I NTT Rahmatullah Aji pada Senin, 12 Oktober 2026, mengingatkan bahwa berkurangnya cadangan air bersih dan lingkungan yang kering serta berdebu perlu diantisipasi karena dapat memperburuk gangguan pernapasan di Nusa Tenggara Timur.

Dalam siaran Program Florata Pagi Pro 1 RRI Ende, Aji menyebut keterbatasan air bersih sebagai persoalan kesehatan selama kemarau. Paparan debu juga dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang sudah memiliki gangguan pernapasan.

Warga disarankan mengurangi paparan debu dengan memakai masker saat diperlukan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari aktivitas luar ruangan ketika debu bertebaran pekat. Keluhan pernapasan atau gangguan kesehatan lain sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.

Kemarau NTT berpengaruh pada kesehatan warga

Risiko ini perlu diperhatikan warga Labuan Bajo dan wilayah lain di NTT karena aktivitas harian di luar ruangan dapat meningkatkan paparan debu ketika kondisi tetap kering. Berkurangnya air bersih juga menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah NTT mundur hingga sekitar Desember 2026. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi cuaca dan iklim melalui aplikasi Info BMKG serta kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi kondisi kering yang berkepanjangan.

Peringatan ini melanjutkan informasi mengenai kemarau panjang dan mundurnya awal musim hujan di NTT. Fokus utamanya adalah menjaga kesehatan kelompok rentan, mengurangi paparan debu, dan memastikan warga segera mencari bantuan medis bila mengalami keluhan pernapasan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.