Kabar Labuan Bajo

Selasa, 3 November 2026

594 Guru Ikuti Pelatihan Psikososial Pascagempa di Manggarai Timur

Sebanyak 594 guru dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan dukungan psikososial di Manggarai Timur pada 2–4 November 2026 untuk membantu pemulihan warga sekolah terdampak gempa Flores.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Buku catatan, lembar kerja, dan kotak pensil di atas meja kayu di dalam ruang kelas.
Ilustrasi: Buku catatan, lembar kerja, dan kotak pensil di atas meja kayu di dalam ruang kelas. · Foto: Katerina Holmes / Pexels

Borong — Sebanyak 594 guru dan tenaga kependidikan mengikuti Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial Pascabencana di Kabupaten Manggarai Timur pada 2 hingga 4 November 2026. Pelatihan tahap kedua itu berlangsung di wilayah Manggarai Timur dan melibatkan guru pendidikan dasar.

Mengapa ini penting: Sebanyak 594 guru dan tenaga kependidikan di Manggarai Timur mendapat pelatihan untuk mendukung pemulihan psikososial siswa dan warga sekolah terdampak gempa.

Menurut RRI, pelatihan tersebut diselenggarakan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 29 hingga 31 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2 hingga 4 November 2026.

Pelatihan itu merupakan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagi komunitas sekolah yang terdampak gempa bumi Flores. Materinya mencakup dukungan psikososial, kemitraan, resiliensi, serta kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi dalam situasi pemulihan bencana.

Peserta berasal dari satuan pendidikan jenjang dasar dan menengah di Manggarai Timur. Peserta jenjang menengah mencakup guru sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa.

RRI melaporkan, keseluruhan kegiatan melibatkan 677 orang, terdiri atas 594 peserta, 15 panitia sekolah, 28 fasilitator daerah, dan 40 panitia dinas. Pelatihan dibuka Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur di SMP Negeri 1 Borong pada 29 Oktober 2026.

Para guru dibekali kemampuan mengenali dan menangani kebutuhan psikososial peserta didik, membangun komunikasi empatik, serta menentukan waktu yang tepat untuk merujuk siswa kepada tenaga profesional. Peserta juga menyusun rencana tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebut gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Flores sejak 15 Agustus 2026 berdampak pada layanan pendidikan di tujuh kabupaten, termasuk Manggarai Timur. Lembaga itu mencatat 857 satuan pendidikan dengan 101.888 peserta didik membutuhkan pendampingan psikososial.

Program pelatihan di Manggarai Timur menjadi bagian dari rencana dukungan yang lebih luas. Balai tersebut menyatakan kementerian menyiapkan 120 fasilitator nasional dan 1.700 fasilitator daerah untuk menjangkau 51 ribu pendidik dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Manggarai Barat

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.