87,41 Kilometer Jalan Utara Flores Belum Beraspal hingga 2028
Sebanyak 87,41 kilometer Jalan Lintas Utara Flores masih belum beraspal dari total 472,48 kilometer. Pemerintah menargetkan jalur Labuan Bajo–Maumere tuntas paling lambat akhir 2028.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Data Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan 87,41 kilometer dari total 472,48 kilometer Jalan Lintas Utara Flores masih belum beraspal. Pemerintah menargetkan jalur yang menghubungkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, itu tuntas paling lambat akhir 2028.
Sebanyak 385,07 kilometer ruas tersebut telah beraspal. Bagian yang belum beraspal terdiri atas 33,12 kilometer di kawasan hutan, 43,51 kilometer jalan tanah, dan 10,78 kilometer jalan beragregat.
Jalur utara Flores penting bagi konektivitas Labuan Bajo
Bagi pengguna jalan dari Labuan Bajo dan wilayah Flores, penyelesaian jalur ini berarti akses darat yang lebih terhubung menuju wilayah timur pulau. Kementerian Pekerjaan Umum menyebut penanganannya juga diarahkan agar jalan berfungsi sesuai standar jalan nasional, dengan lebar 6-7 meter.
Pekerjaan dibagi dalam tiga segmen, yakni Labuan Bajo–Pelabuhan Bari, Pelabuhan Bari–Kedindi, serta Wae Gongger–Maumere. Pada segmen Labuan Bajo–Pelabuhan Bari, terdapat 60,64 kilometer ruas yang belum beraspal. Segmen Pelabuhan Bari–Kedindi masih menyisakan 26,77 kilometer ruas belum beraspal, sedangkan ruas Wae Gongger–Maumere telah beraspal tetapi masih memerlukan pelebaran.
Kementerian Pekerjaan Umum telah memprogramkan penanganan ruas belum beraspal pada dua segmen pertama. Pelebaran juga direncanakan pada ruas yang telah beraspal agar memenuhi standar jalan nasional.
Target akhir 2028 masih bergantung pada percepatan pekerjaan fisik, penyelesaian persoalan kawasan hutan, dan kepastian dukungan pembiayaan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Manggarai Barat

Baca juga





