Kabar Labuan Bajo

Minggu, 1 November 2026

87,41 Kilometer Jalan Utara Flores Belum Beraspal hingga 2028

Sebanyak 87,41 kilometer Jalan Lintas Utara Flores masih belum beraspal dari total 472,48 kilometer. Pemerintah menargetkan jalur Labuan Bajo–Maumere tuntas paling lambat akhir 2028.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan tanah berbelok melintasi padang rumput hijau di bawah langit berawan.
Ilustrasi: Jalan tanah berbelok melintasi padang rumput hijau di bawah langit berawan. · Foto: Jay Brand / Pexels

Labuan Bajo — Data Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan 87,41 kilometer dari total 472,48 kilometer Jalan Lintas Utara Flores masih belum beraspal. Pemerintah menargetkan jalur yang menghubungkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, itu tuntas paling lambat akhir 2028.

Sebanyak 385,07 kilometer ruas tersebut telah beraspal. Bagian yang belum beraspal terdiri atas 33,12 kilometer di kawasan hutan, 43,51 kilometer jalan tanah, dan 10,78 kilometer jalan beragregat.

Jalur utara Flores penting bagi konektivitas Labuan Bajo

Bagi pengguna jalan dari Labuan Bajo dan wilayah Flores, penyelesaian jalur ini berarti akses darat yang lebih terhubung menuju wilayah timur pulau. Kementerian Pekerjaan Umum menyebut penanganannya juga diarahkan agar jalan berfungsi sesuai standar jalan nasional, dengan lebar 6-7 meter.

Pekerjaan dibagi dalam tiga segmen, yakni Labuan Bajo–Pelabuhan Bari, Pelabuhan Bari–Kedindi, serta Wae Gongger–Maumere. Pada segmen Labuan Bajo–Pelabuhan Bari, terdapat 60,64 kilometer ruas yang belum beraspal. Segmen Pelabuhan Bari–Kedindi masih menyisakan 26,77 kilometer ruas belum beraspal, sedangkan ruas Wae Gongger–Maumere telah beraspal tetapi masih memerlukan pelebaran.

Kementerian Pekerjaan Umum telah memprogramkan penanganan ruas belum beraspal pada dua segmen pertama. Pelebaran juga direncanakan pada ruas yang telah beraspal agar memenuhi standar jalan nasional.

Target akhir 2028 masih bergantung pada percepatan pekerjaan fisik, penyelesaian persoalan kawasan hutan, dan kepastian dukungan pembiayaan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Manggarai Barat

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.