Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 31 Oktober 2026

Seberapa Lama Penduduk Manggarai Barat Bersekolah?

Rata-rata lama sekolah di Manggarai Barat mencapai 8,41 tahun pada 2023. Data itu menunjukkan capaian pendidikan penduduk dan tantangan akses sekolah menengah antarwilayah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan kursi kayu bernuansa klasik dengan rak buku di bagian belakangnya di dalam ruangan.
Ilustrasi: Deretan kursi kayu bernuansa klasik dengan rak buku di bagian belakangnya di dalam ruangan. · Foto: Michael Pointner / Pexels

Rata-rata lama sekolah di Manggarai Barat mencapai 8,41 tahun pada 2023, atau setara kelas 2 SMP, menurut kajian regional Bappeda Manggarai Barat. Angka ini menjawab bahwa akses pendidikan dasar sudah berlangsung, tetapi durasi pendidikan penduduk belum mencapai jenjang SMA secara rata-rata. BPS juga menyediakan data sekolah, guru, dan murid menurut kecamatan untuk tahun ajaran 2024/2025.

Berapa lama rata-rata penduduk bersekolah?

Rata-rata lama sekolah Manggarai Barat tercatat 8,41 tahun pada 2023, menurut Brief Report Regional Diagnostik Bappeda Manggarai Barat. Ukuran ini menggambarkan rata-rata jumlah tahun pendidikan formal yang telah ditempuh penduduk.

Dengan angka tersebut, capaian rata-rata berada pada sekitar kelas 2 SMP, sebagaimana dijelaskan dalam kajian Bappeda. Kajian yang sama menyebut capaian Manggarai Barat pada 2023 masih di bawah capaian nasional yang berada di atas 9 tahun.

Apakah kondisi pembangunan manusia membaik?

Indeks Pembangunan Manusia Manggarai Barat meningkat dari 66,95 pada 2022 menjadi 68,68 pada 2024, menurut kajian regional Bappeda Manggarai Barat. Indeks ini mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.

Kenaikan indeks berjalan bersama peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah penduduk. Namun, kajian Bappeda mencatat capaian IPM 68,68 pada 2024 masih berada di bawah rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bagaimana gambaran sekolah menurut wilayah?

BPS Kabupaten Manggarai Barat menerbitkan tabel jumlah sekolah, guru, dan murid SD di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menurut kecamatan untuk tahun ajaran 2024/2025. Data ini dapat dipakai untuk membaca sebaran layanan pendidikan dasar antarwilayah.

Bappeda mencatat jumlah fasilitas pendidikan, terutama sekolah menengah, masih terbatas di beberapa kecamatan. Kondisi itu mendorong sebagian pelajar berpindah ke wilayah yang lebih terjangkau, menurut kajian regional tersebut.

Apa kaitannya dengan layanan dasar lain?

Pendidikan merupakan salah satu dimensi IPM, bersama kesehatan dan standar hidup. Kajian Bappeda menyebut akses infrastruktur pendidikan dan kesehatan berkembang stabil, tetapi belum sepenuhnya mengikuti pertumbuhan penduduk dan kebutuhan layanan dasar.

Karena itu, angka 8,41 tahun tidak cukup dibaca sebagai capaian sekolah semata. Angka tersebut juga menunjukkan perlunya melihat ketersediaan sekolah menengah dan perbedaan akses antar-kecamatan dalam menilai layanan sosial di Manggarai Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.