Mengapa Promosi Labuan Bajo dan Penambahan Kuota Komodo Berjalan Bersamaan?
Kementerian Pariwisata memperkuat promosi Labuan Bajo untuk pasar China. Kuota tahunan Taman Nasional Komodo yang terpenuhi sejak Agustus mendapat tambahan sedikitnya 500 orang per hari hingga Desember 2026.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Pariwisata memperkuat promosi Labuan Bajo dan Bali untuk pasar wisatawan China melalui perjalanan pengenalan bagi agen perjalanan dan operator tur pada 19–25 Oktober 2026. Laporan 30 Oktober 2026 juga menyebut kuota tahunan kunjungan Taman Nasional Komodo telah terpenuhi sejak Agustus 2026.
Balai Taman Nasional Komodo kemudian membuka tambahan kuota sedikitnya 500 orang per hari untuk periode September–Desember 2026. Kebijakan ini memakai kuota yang tidak terpakai pada bulan-bulan sebelumnya. Laporan yang tersedia menyebut kuota kunjungan pada 2026 ditetapkan 1.000 orang per hari atau 365.000 orang per tahun untuk Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, serta 23 titik penyelaman di sekitarnya.
Dalam rangkaian perjalanan tersebut, peserta menjelajahi Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo dengan kapal pinisi. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu agen perjalanan China menyusun dan memasarkan paket wisata yang sesuai dengan minat wisatawan dari negara tersebut.
Kuota Komodo menjadi batas penting bagi promosi Labuan Bajo
Bagi wisatawan dan pelaku usaha di Labuan Bajo, tambahan kuota memberi ruang bagi kunjungan hingga akhir 2026, tetapi jumlahnya tetap harus mengikuti pengaturan Balai Taman Nasional Komodo. Informasi kuota juga penting bagi pengunjung yang merencanakan perjalanan ke Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, atau titik selam di kawasan taman nasional.
Media Indonesia melaporkan tujuh agen perjalanan dan operator tur asal China mengikuti kegiatan promosi tersebut. Mereka mengunjungi Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo, serta mengikuti pertemuan bisnis dengan 14 pelaku industri pariwisata. Rangkaian kegiatan itu melibatkan Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores.
Pengaturan kuota dan promosi pasar China berjalan bersamaan: promosi memperluas permintaan, sementara kapasitas kunjungan taman nasional menjadi batas operasional yang harus diperhatikan wisatawan dan industri.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Menko Polkam Soroti Pembagian Penerimaan Pariwisata Komodo
Menko Polkam Dudung Abdurachman meminta pemerintah pusat dan daerah membahas pembagian kewenangan serta penerimaan dari pungutan wisata Taman Nasional…
Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga





