Kabar Labuan Bajo

Senin, 2 November 2026

Mengapa Promosi Labuan Bajo dan Penambahan Kuota Komodo Berjalan Bersamaan?

Kementerian Pariwisata memperkuat promosi Labuan Bajo untuk pasar China. Kuota tahunan Taman Nasional Komodo yang terpenuhi sejak Agustus mendapat tambahan sedikitnya 500 orang per hari hingga Desember 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur.
Ilustrasi: Pemandangan Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — Kementerian Pariwisata memperkuat promosi Labuan Bajo dan Bali untuk pasar wisatawan China melalui perjalanan pengenalan bagi agen perjalanan dan operator tur pada 19–25 Oktober 2026. Laporan 30 Oktober 2026 juga menyebut kuota tahunan kunjungan Taman Nasional Komodo telah terpenuhi sejak Agustus 2026.

Balai Taman Nasional Komodo kemudian membuka tambahan kuota sedikitnya 500 orang per hari untuk periode September–Desember 2026. Kebijakan ini memakai kuota yang tidak terpakai pada bulan-bulan sebelumnya. Laporan yang tersedia menyebut kuota kunjungan pada 2026 ditetapkan 1.000 orang per hari atau 365.000 orang per tahun untuk Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, serta 23 titik penyelaman di sekitarnya.

Dalam rangkaian perjalanan tersebut, peserta menjelajahi Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo dengan kapal pinisi. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu agen perjalanan China menyusun dan memasarkan paket wisata yang sesuai dengan minat wisatawan dari negara tersebut.

Kuota Komodo menjadi batas penting bagi promosi Labuan Bajo

Bagi wisatawan dan pelaku usaha di Labuan Bajo, tambahan kuota memberi ruang bagi kunjungan hingga akhir 2026, tetapi jumlahnya tetap harus mengikuti pengaturan Balai Taman Nasional Komodo. Informasi kuota juga penting bagi pengunjung yang merencanakan perjalanan ke Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, atau titik selam di kawasan taman nasional.

Media Indonesia melaporkan tujuh agen perjalanan dan operator tur asal China mengikuti kegiatan promosi tersebut. Mereka mengunjungi Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo, serta mengikuti pertemuan bisnis dengan 14 pelaku industri pariwisata. Rangkaian kegiatan itu melibatkan Kementerian Pariwisata dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores.

Pengaturan kuota dan promosi pasar China berjalan bersamaan: promosi memperluas permintaan, sementara kapasitas kunjungan taman nasional menjadi batas operasional yang harus diperhatikan wisatawan dan industri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.