Kabar Labuan Bajo

Selasa, 3 November 2026

Pemkab Manggarai Barat Targetkan Ekspor Perdana Akhir 2026

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan ekspor perdana kopi, porang, dan kerajinan bambu melalui Pelabuhan Labuan Bajo terlaksana pada akhir 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Biji kopi sangrai yang tumpah dari karung goni.
Ilustrasi: Biji kopi sangrai yang tumpah dari karung goni. · Foto: Jacob Yavin / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyiapkan ekspor perdana produk unggulan daerah melalui Pelabuhan Labuan Bajo. Persiapan itu diawali rapat koordinasi lintas instansi pada 28 Oktober 2026 di Labuan Bajo.

Mengapa ini penting: Rencana ini menyiapkan jalur kontainer dari Labuan Bajo ke Surabaya bagi pelaku usaha lokal yang menargetkan pasar internasional pada akhir 2026.

Perkembangan terbaru pada 2 November 2026 menyebut ekspor ditargetkan terlaksana pada akhir 2026. Rencana tersebut dibahas bersama PT Meratus Line dan PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat, Adrianus Ojo, mengatakan rapat dipimpin General Manager Pelindo Cabang Labuan Bajo, Anwar Siregar. Pertemuan itu juga melibatkan Bea Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta KSOP Kelas III Labuan Bajo.

Komoditas yang dinilai berpotensi diekspor antara lain kopi, porang, dan kerajinan bambu. Pemerintah daerah juga mencatat sebagian pelaku usaha selama ini mengirim produk ke luar negeri melalui jalur distribusi tidak langsung, termasuk melalui Bali.

PT Meratus Line menawarkan pengiriman menggunakan kontainer dari Labuan Bajo ke Surabaya untuk kemudian diteruskan dengan kapal internasional. Skema itu dirancang tanpa membongkar dan memindahkan kembali muatan atau restuffing.

Menurut Adrianus, skema tersebut diharapkan menekan biaya logistik, mempercepat pengiriman, dan mengurangi risiko kerusakan barang. Bea Cukai akan memberikan asistensi teknis kepada calon eksportir, sedangkan Balai Karantina membantu pemenuhan persyaratan komoditas.

KSOP memfasilitasi aspek kepelabuhanan sesuai kewenangannya. Pelindo menyiapkan pengurusan perizinan dan fasilitas pendukung kegiatan ekspor.

Sebagai tindak lanjut, Disdagrin memperkuat pendataan potensi ekspor, berkoordinasi dengan pelaku usaha dan instansi teknis, serta menyiapkan pengembangan kapasitas industri kecil dan menengah, standardisasi produk, dan kesinambungan pasokan.

Ekspor perdana yang direncanakan pada akhir 2026 menjadi tahap awal pembangunan jalur pengiriman langsung dari Labuan Bajo bagi produk lokal Manggarai Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Manggarai Barat

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.