BMKG Operasikan 39 INA-TEWS dan 24 Aloptama di NTT
BMKG menyatakan 39 peralatan INA-TEWS dan 24 peralatan Aloptama beroperasi di Nusa Tenggara Timur. Penguatan ini disampaikan setelah gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada Agustus 2026.
Oleh Mukmin John
· 1 menit baca
Ruteng — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pada 30 Oktober 2026 bahwa 39 peralatan INA-TEWS dan 24 peralatan Aloptama beroperasi di Nusa Tenggara Timur. Peralatan itu mendukung mitigasi gempa bumi, tsunami, dan bencana hidrometeorologi.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, dalam kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi di Sky Terrace Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Penyampaian dilakukan secara daring melalui Zoom.
Peralatan pemantau memperkuat kesiapsiagaan Flores
Bagi warga dan pelaku perjalanan di Labuan Bajo serta wilayah Flores, pengoperasian perangkat ini penting karena informasi gempa, tsunami, dan cuaca menjadi dasar untuk mengambil keputusan saat keadaan darurat. Data pemantauan juga berkaitan dengan keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat pesisir.
Penguatan peralatan tersebut disampaikan setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat gempa itu terjadi pukul 04:58:23 WIB, berpusat di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Peristiwa tersebut berpotensi tsunami dan memengaruhi sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak 39 peralatan INA-TEWS dan 24 peralatan Aloptama tersebar di Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Konferensi Republik Bahas Kedaulatan Rakyat di Maumere
Konferensi Republik berlangsung di Maumere, Kabupaten Sikka, pada 30–31 Oktober 2026. Forum menghadirkan 39 narasumber dan menargetkan 3.000 peserta.
Terbaru di Data Mabar

Berita utama hari ini

Baca juga





