3M Plus Jadi Langkah Cegah DBD di Manggarai Barat
Demam berdarah dengue (DBD) ditularkan nyamuk Aedes yang berkembang biak di wadah berisi air. Warga Manggarai Barat perlu mengenali gejala dan memanfaatkan layanan puskesmas untuk pemeriksaan dini.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman di berbagai daerah, termasuk Manggarai Barat. Pencegahan utama dilakukan dengan mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk dan melindungi keluarga dari gigitan, melalui langkah 3M Plus yang dianjurkan Kementerian Kesehatan.
Menurut artikel Kementerian Kesehatan dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, DBD adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang berkembang biak di air tergenang. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia.
Mengapa musim hujan dan peralihan perlu diwaspadai
Nyamuk Aedes bertelur dan berkembang biak pada wadah yang menampung air bersih, seperti bak mandi, ember, vas bunga, talang air, dan barang bekas di sekitar rumah. Artikel kesehatan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro menjelaskan bahwa risiko penularan meningkat saat hujan menimbulkan banyak genangan yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Risiko DBD dipengaruhi kondisi lingkungan, kebiasaan pemberantasan sarang nyamuk, penggunaan perlindungan dari gigitan, serta daya tahan tubuh. Infeksi dengue dapat terjadi berulang karena virus dengue memiliki empat serotipe, yakni DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Infeksi berulang oleh serotipe berbeda dapat meningkatkan risiko DBD berat yang berpotensi menyebabkan syok, perdarahan hebat, dan kematian.
Data penting terkait DBD:
- Masa munculnya gejala umumnya 4–10 hari setelah seseorang digigit nyamuk pembawa virus dengue.
- Demam pada DBD dapat mencapai sekitar 39–40 derajat Celsius.
- Pemeriksaan antigen NS1 dapat membantu mendeteksi infeksi dengue sejak hari pertama hingga sekitar hari kelima demam.
Gejala dan langkah pemeriksaan
Gejala umum DBD meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, penurunan nafsu makan, serta ruam kemerahan pada kulit. Warga yang mengalami demam disertai keluhan tersebut perlu mempertimbangkan pemeriksaan medis, terutama bila demam tidak turun atau kondisi tubuh memburuk.
Tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain mimisan atau gusi berdarah, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, nyeri perut hebat, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki dingin, serta penurunan kesadaran. Kondisi ini memerlukan penanganan segera di fasilitas kesehatan.
Diagnosis DBD dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan darah umumnya menilai trombosit, hematokrit, dan leukosit, sedangkan tes NS1 serta antibodi IgM dan IgG dengue digunakan sesuai waktu dan kebutuhan pemeriksaan klinis.
Layanan puskesmas di Manggarai Barat
Laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat memuat daftar unit pelaksana teknis puskesmas di berbagai kecamatan. Daftar tersebut menunjukkan sebaran puskesmas sebagai akses layanan kesehatan tingkat pertama bagi warga, termasuk di wilayah Labuan Bajo dan kecamatan lain.
Informasi yang ditampilkan terutama berupa nama puskesmas dan lokasi wilayah kerja. Rincian seperti nomor telepon, jam layanan, dan jenis pemeriksaan yang tersedia tidak dicantumkan secara lengkap, sehingga warga disarankan memastikan langsung layanan yang dibutuhkan sebelum datang, baik dengan bertanya ke petugas setempat maupun melalui kanal informasi resmi pemerintah daerah.
3M Plus dari rumah
Pencegahan utama DBD dilakukan melalui gerakan 3M Plus. Kementerian Kesehatan menjelaskan 3M sebagai menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat semua wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Langkah Plus mencakup tindakan tambahan untuk mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk, seperti menaburkan larvasida pada penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat atau losion antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela, serta tidak menggantung pakaian bekas pakai di dalam kamar yang dapat menjadi tempat istirahat nyamuk.
Pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan perlu dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika sudah ada warga yang sakit. Pemeriksaan tempat penampungan air sebaiknya mencakup halaman rumah, talang, wadah tanaman, tempat minum hewan, dan berbagai barang di luar rumah yang berpotensi menampung air dan menjadi sarang nyamuk.
Konteks
DBD merupakan infeksi akibat virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes. Artikel RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro merujuk pada pedoman pencegahan dan pengendalian DBD Kementerian Kesehatan serta rekomendasi tata laksana infeksi dengue pada dewasa dari organisasi profesi kedokteran penyakit dalam.
Di Manggarai Barat, daftar puskesmas yang disediakan Dinas Kesehatan menunjukkan jaringan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menjadi rujukan awal warga dengan keluhan demam dan gejala DBD. Pelaksanaan gerakan 3M Plus di lingkungan rumah dan pemanfaatan layanan puskesmas diharapkan dapat menekan risiko penularan dan dampak DBD di wilayah ini.
Sumber
Berita berikutnya


