Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Perbup 40/2024 Tetapkan Mulok Sadar Wisata dan Budaya di Mabar

Peraturan Bupati Manggarai Barat Nomor 40 Tahun 2024 menetapkan kurikulum muatan lokal Sadar Wisata dan Budaya untuk siswa SD dan SMP.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menetapkan kurikulum muatan lokal untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama melalui Peraturan Bupati Manggarai Barat Nomor 40 Tahun 2024 tentang Kurikulum Muatan Lokal Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Menurut penjelasan dalam pemberitaan nasional, peraturan ini menjadi payung hukum bagi sekolah-sekolah di Manggarai Barat untuk menyelenggarakan muatan lokal yang terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Regulasi tersebut mengatur antara lain ruang lingkup, materi muatan lokal, kerangka kurikulum, pelaksanaan, tenaga pendidik, sarana prasarana, partisipasi masyarakat, dan evaluasi hasil belajar.

Peraturan Bupati 40/2024 menetapkan muatan lokal bertema Pendidikan Sadar Wisata Budaya Daerah sebagai salah satu isi kurikulum muatan lokal bagi siswa SD dan SMP. Kebijakan ini dikaitkan dengan posisi Labuan Bajo dan Manggarai Barat sebagai destinasi pariwisata super prioritas, sehingga pembelajaran diarahkan untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus kesadaran lingkungan.

Materi muatan lokal dan alokasi waktu

Dalam laporan media nasional, muatan lokal Pendidikan Sadar Wisata Budaya Daerah diajarkan selama dua jam pelajaran setiap minggu bagi siswa SD dan SMP. Mata pelajaran ini mencakup berbagai aspek kebudayaan Manggarai, mulai dari bahasa lokal Manggarai, tarian tradisional, atraksi Caci, hingga kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Dokumen kurikulum muatan lokal yang dibagikan secara daring menggunakan nama Kurikulum Muatan Lokal “Sadar Wisata dan Budaya”. Dokumen tersebut menjelaskan bahwa kurikulum ini disusun untuk melengkapi kurikulum nasional, menanamkan kecintaan terhadap lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya, serta mengembangkan keunggulan dan kearifan lokal Manggarai Barat.

Masih dalam dokumen kurikulum, muatan lokal Sadar Wisata dan Budaya bertujuan antara lain menanamkan kesadaran peserta didik untuk menjaga kebersihan lingkungan alam sebagai bagian dari pelestarian. Peserta didik diharapkan mampu menjaga dan melestarikan kearifan lokal dalam bentuk budaya daerah, kuliner khas, kerajinan, tarian, permainan, dan bentuk ekspresi budaya lainnya.

Mata pelajaran khusus, bukan sekadar ekstrakurikuler

Media nasional yang mengutip pejabat Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Manggarai Barat menjelaskan bahwa muatan lokal ini ditetapkan sebagai mata pelajaran khusus dengan silabus tersendiri. Penetapan tersebut berbeda dari praktik sebelumnya, ketika muatan lokal dapat dimasukkan melalui mata pelajaran lain atau kegiatan ekstrakurikuler dalam kerangka Kurikulum 2013.

Dalam dokumen kurikulum, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menegaskan bahwa penataan materi muatan lokal merupakan terobosan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan terkait lingkungan alam, sosial, dan budaya serta melestarikan dan mengembangkan keunggulan lokal. Kurikulum Sadar Wisata dan Budaya disiapkan sebagai pedoman bagi satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan dalam pembelajaran muatan lokal pada jenjang SD dan SMP.

Konteks pariwisata dan identitas budaya

Laporan media nasional menempatkan kebijakan muatan lokal ini dalam konteks status Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Melalui materi tentang bahasa Manggarai, tarian tradisional, atraksi Caci, dan kebersihan lingkungan, pemerintah daerah ingin mendekatkan siswa dengan kebudayaan Manggarai sekaligus membangun karakter yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Dokumen kurikulum menambahkan bahwa setelah mempelajari mata pelajaran Muatan Lokal Sadar Wisata dan Budaya, peserta didik diharapkan mampu merevitalisasi budaya Manggarai yang mulai ditinggalkan dan dilupakan, serta menjadi generasi yang berkarakter budaya dan peduli lingkungan. Kurikulum ini juga dirancang untuk memperkuat penguatan pendidikan karakter dan menyiapkan generasi muda yang berbudaya dan profesional sesuai nilai-nilai khas Manggarai Barat.

Implementasi dan pengembangan modul ajar

Media nasional melaporkan bahwa peraturan ini menjadi dasar bagi sekolah-sekolah di Manggarai Barat untuk mulai menerapkan kurikulum muatan lokal tersebut. Di tingkat kebijakan, dokumen peraturan menegaskan perlunya tim pengembang kurikulum muatan lokal, pengaturan tenaga pendidik, dan mekanisme evaluasi kurikulum serta hasil belajar.

Pada 2026, pemerintah kabupaten bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi dan keuskupan untuk menyusun modul ajar muatan lokal budaya Manggarai sebagai pedoman resmi pembelajaran muatan lokal di seluruh SD dan SMP. Upaya ini bertujuan memperkuat identitas budaya generasi muda sekaligus memastikan materi muatan lokal dapat diajarkan secara terstruktur di satuan pendidikan.

Dalam pemberitaan lokal, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Manggarai Barat juga menekankan pentingnya pemanfaatan kurikulum muatan lokal yang tepat untuk mempertahankan dan mempromosikan budaya lokal kepada wisatawan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.