Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Ambang 2,5 Meter dalam Kategori Gelombang Tinggi BMKG

BMKG membagi peringatan gelombang laut menjadi empat kategori ketinggian: sedang, tinggi, sangat tinggi, dan ekstrem.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan bajo see side.
Foto arsip: Labuan bajo see side. · Foto: Lasthib / Wikimedia Commons, CC0

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagi peringatan gelombang laut menjadi empat kategori berdasarkan ketinggian: sedang, tinggi, sangat tinggi, dan ekstrem, dengan ambang 2,5 meter sebagai batas awal kategori tinggi menurut prakiraan cuaca maritim BMKG pusat dan unit maritim regional.

Informasi kategori ini penting bagi operator kapal dan wisatawan karena menggambarkan kondisi laut pada wilayah prakiraan tertentu, bukan keputusan otomatis bahwa seluruh kapal harus berlayar atau berhenti.

Keputusan operasional tetap memerlukan pencocokan antara rute kapal, pelabuhan keberangkatan, kondisi setempat, serta arahan otoritas pelabuhan dan keselamatan pelayaran, termasuk kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di daerah.

Empat kategori gelombang BMKG

Dalam laman dan buletin prakiraan cuaca maritim, BMKG menggunakan empat tingkat ketinggian gelombang.

Menurut penjelasan pada layanan Prakiraan Cuaca Maritim, BMKG menggolongkan gelombang sedang pada kisaran 1,25–2,5 meter, gelombang tinggi 2,5–4 meter, gelombang sangat tinggi 4–6 meter, dan gelombang ekstrem lebih dari 6 meter.

Pembagian serupa digunakan dalam berbagai rilis prakiraan nasional dan daerah yang merujuk pada ketinggian signifikan gelombang laut.

Dengan demikian, angka 2,5 meter berada pada ambang yang memisahkan kategori sedang dan tinggi.

Angka ini tidak boleh dibaca sebagai jaminan bahwa pelayaran aman di bawah ambang tersebut, karena risiko di laut juga dipengaruhi angin, arus, hujan, jarak pandang, bentuk dan ukuran kapal, muatan, serta pengalaman awak.

Dalam ringkasan nasional di laman Peringatan Gelombang Tinggi BMKG, kategori-kategori tersebut dipakai untuk menghitung jumlah wilayah perairan yang berada dalam status sedang, tinggi, sangat tinggi, dan ekstrem untuk periode tertentu.

BMKG juga menyertakan arah dan kecepatan angin dalam penjelasan wilayah.

Untuk sejumlah perairan, angin yang lebih kuat disebut dapat meningkatkan tinggi gelombang sehingga pengguna jasa laut disarankan memperhatikan detail wilayah perairan, masa berlaku, dan kecepatan angin pada buletin.

Apa artinya bagi kapal wisata Labuan Bajo?

Bagi kapal wisata dari dan menuju Labuan Bajo, langkah pertama adalah memastikan nama perairan dalam rute sama dengan wilayah yang tercantum dalam prakiraan cuaca maritim BMKG.

Rute menuju pulau-pulau wisata di sekitar Taman Nasional Komodo dapat melintasi beberapa perairan berbeda; kondisi di pelabuhan, selat, teluk, dan perairan terbuka tidak otomatis sama meski masih berada dalam satu kabupaten.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, misalnya, menerbitkan informasi gelombang untuk wilayah perairan Nusa Tenggara Timur yang berlaku pada periode tertentu dan membedakan antara kategori sedang dan tinggi pada Selat, Laut, dan perairan sekitar Flores serta Sumba.

Jika wilayah rute masuk kategori tinggi atau lebih, operator perlu meminta atau memeriksa arahan terbaru dari otoritas pelabuhan sebelum keberangkatan.

Dalam sejumlah pemberitaan, KSOP Labuan Bajo pernah menutup sementara pelayaran wisata ke Taman Nasional Komodo ketika prakiraan BMKG menunjukkan potensi gelombang sedang hingga tinggi di sekitar Selat Sape dan perairan Komodo.

Wisatawan disarankan meminta penjelasan tertulis atau informasi resmi dari operator kapal tentang status keberangkatan, rute, waktu berangkat, dan kebijakan pengembalian biaya jika terjadi penundaan atau pembatalan.

Penumpang juga perlu memastikan penggunaan jaket pelampung dan mengikuti instruksi awak, tanpa menganggap pembelian tiket sebagai kepastian kapal akan berangkat, karena keputusan akhir berlayar bergantung pada cuaca dan arahan otoritas pelabuhan.

Memantau kondisi Labuan Bajo dan NTT

Peringatan dan prakiraan BMKG berlaku dengan rentang waktu dan zona waktu tertentu.

Untuk perairan Nusa Tenggara Timur, informasi tinggi gelombang yang diterbitkan stasiun maritim BMKG menyebut periode 17–20 September 2026, dengan sejumlah perairan sekitar Flores dan Komodo berada dalam kategori sedang dan sebagian wilayah lain mencapai kategori tinggi pada hari-hari tertentu.

Pada periode itu, gelombang sedang dengan ketinggian lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Selat Sape bagian selatan, Perairan Selatan Flores, Perairan Taman Nasional Komodo, dan beberapa selat di sekitarnya.

Sementara gelombang kategori tinggi dengan ketinggian lebih dari 2,5 hingga 3,5 meter diperingatkan terjadi di Perairan Selatan Sumba dalam bagian periode yang sama.

Di luar masa berlaku prakiraan, data tersebut tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar keputusan pada hari berikutnya.

Operator kapal dan calon penumpang perlu mengacu pada pembaruan prakiraan cuaca maritim BMKG yang paling baru dan mengonfirmasi keputusan berlayar kepada KSOP atau otoritas pelabuhan yang berwenang di Labuan Bajo.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.