Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

18 Penerbangan Komodo Batal Imbas Abu Anak Krakatau, 2.434 Penumpang Terdampak

Sebanyak 18 penerbangan rute Jakarta–Labuan Bajo dan sebaliknya dibatalkan pada 6–7 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau. Total 2.434 penumpang terdampak menurut data otoritas bandara dan media.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Labuan Bajo — Sebanyak 18 penerbangan rute Jakarta–Labuan Bajo dan sebaliknya dibatalkan pada 6–7 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau, dengan total 2.434 penumpang terdampak menurut data otoritas bandara dan pemberitaan media.

Pembatalan penerbangan pada Senin, 7 September 2026, tercatat sebanyak delapan penerbangan domestik di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penerbangan yang dibatalkan seluruhnya merupakan rute Jakarta–Labuan Bajo dan Labuan Bajo–Jakarta.

Berdasarkan keterangan resmi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo, delapan penerbangan yang dibatalkan pada 7 September terdiri atas empat penerbangan kedatangan dari Jakarta dan empat penerbangan keberangkatan dari Labuan Bajo. Jumlah penumpang terdampak mencapai 1.154 orang, dengan rincian 497 penumpang kedatangan dan 657 penumpang keberangkatan.

UPBU Komodo menyatakan keputusan pembatalan penerbangan diambil dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan penerbangan di tengah sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau. Otoritas bandara berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau perkembangan sebaran abu dan informasi keselamatan penerbangan.

Rincian penerbangan terdampak

Dalam siaran resmi, UPBU Komodo mencatat bahwa delapan penerbangan yang dibatalkan pada 7 September dilayani oleh empat maskapai, yaitu Batik Air Indonesia, Indonesia AirAsia, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet. Penerbangan internasional rute Malaysia–Labuan Bajo pergi-pulang yang dilayani AirAsia dilaporkan tetap beroperasi pada hari yang sama.

Pada hari sebelumnya, Minggu, 6 September 2026, gangguan penerbangan di Bandara Komodo lebih besar. Kepala Kantor UPBU Komodo Ceppy Triono menyampaikan bahwa terdapat 10 penerbangan rute Jakarta–Labuan Bajo pergi-pulang yang dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Anak Gunung Krakatau. Seluruh penerbangan tersebut merupakan rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Pembatalan 10 penerbangan pada 6 September berdampak terhadap 1.280 penumpang. Ceppy merinci terdapat lima penerbangan kedatangan dan lima penerbangan keberangkatan yang batal, dengan 514 penumpang seharusnya tiba di Labuan Bajo dan 766 penumpang seharusnya berangkat menuju Jakarta.

Penerbangan yang dibatalkan pada 6 September dilayani lima maskapai, yakni Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, AirAsia, dan Super Air Jet. Dengan demikian, total gangguan operasional di Bandara Komodo selama dua hari adalah sebagai berikut:

  • Minggu, 6 September 2026: 10 penerbangan batal dan 1.280 penumpang terdampak.
  • Senin, 7 September 2026: delapan penerbangan batal dan 1.154 penumpang terdampak.
  • Total periode 6–7 September 2026: 18 penerbangan batal dan 2.434 penumpang terdampak.

Gangguan di Bandara Komodo terjadi dalam konteks penutupan sementara sejumlah bandara besar di Jawa dan Sumatra akibat abu vulkanik Anak Gunung Krakatau, termasuk Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara penghubung utama bagi penerbangan dari dan ke Labuan Bajo.

Mekanisme bagi penumpang

UPBU Komodo menyebut penanganan penumpang terdampak, termasuk penjadwalan ulang maupun pengembalian biaya tiket, mengikuti kebijakan masing-masing maskapai. Penumpang diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai untuk memperoleh informasi mengenai status penerbangan dan opsi perjalanan yang tersedia.

Calon penumpang diimbau untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara, mengingat perubahan operasional dapat terjadi mengikuti pergerakan abu vulkanik dan informasi keselamatan penerbangan yang dikeluarkan otoritas terkait.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.