Weng Soroti PBB Saat PAD Manggarai Barat Capai Rp237,3 Miliar
Wakil Bupati Yulianus Weng menyebut PAD Manggarai Barat mencapai Rp237,3 miliar atau 73,17 persen dari target sekitar Rp315 miliar. PBB masih di bawah Rp3 miliar.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Labuan Bajo — Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyebut realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp237,3 miliar atau 73,17 persen dari target sekitar Rp315 miliar pada 21 Oktober 2026. Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih belum mencapai Rp3 miliar.
Weng meminta pemerintah daerah memperkuat pendataan objek pajak dan penagihan agar kepatuhan masyarakat meningkat. Langkah itu diarahkan untuk menggali potensi penerimaan yang belum optimal, bukan menaikkan tarif pajak.
PAD dan PBB menentukan ruang fiskal Manggarai Barat
Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah Manggarai Barat, capaian PAD berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah membiayai pembangunan serta pelayanan publik. PBB menjadi perhatian karena masih ada wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya, sementara perkembangan bangunan di atas tanah juga perlu masuk dalam pendataan sesuai ketentuan.
Weng memberi contoh, desa yang baru mencapai 80 persen pembayaran PBB perlu didorong mendekati 100 persen. Selain PBB, pajak hotel dan restoran disebut sebagai penopang penting penerimaan daerah dari sektor pariwisata.
Pemerintah daerah juga didorong berinovasi menghadapi kemungkinan berkurangnya dana transfer. Optimalisasi pajak pariwisata, pembaruan basis data, dan penagihan menjadi konteks utama kebijakan tersebut. Laporan yang dirujuk tidak menyebutkan jadwal atau target lanjutan setelah arahan itu disampaikan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga





