Mengapa Es Balok Penting bagi Nelayan Flores Timur?
Produksi ikan tangkap Flores Timur mencapai 15.125 ton pada 2025. Dinas Perikanan melihat kebutuhan es balok di Lamahala sebagai peluang usaha pendukung rantai dingin.
Oleh Pandi Muktar
· Peristiwa: · 2 menit baca
Flores Timur — Produksi ikan tangkap di Kabupaten Flores Timur mencapai 15.125 ton pada 2025, melampaui kebutuhan konsumsi domestik daerah tersebut. Dinas Perikanan Flores Timur melihat kondisi ini sebagai peluang pengembangan usaha es balok untuk menjaga mutu hasil tangkapan.
Kebutuhan yang disebutkan berada di Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur. Kapal mini purse seine di wilayah itu diperkirakan memerlukan minimal 10 balok es per kapal setiap hari. Dengan sekitar 70 kapal, kebutuhan es mencapai 700 balok setiap hari.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur, Adrianus B.A. Lamabelawa, S.H., mengatakan kelebihan produksi perlu ditopang fasilitas penyimpanan dan distribusi yang memadai. Es diperlukan agar ikan tetap berkualitas sebelum dipasarkan.
Es balok menguatkan rantai dingin dari Lamahala
Bagi pembaca di Labuan Bajo, kabar ini menunjukkan kebutuhan rantai dingin tidak hanya muncul di sentra wisata dan pelabuhan, tetapi juga di kampung nelayan yang memasok ikan. Ketersediaan es membantu nelayan mempertahankan mutu hasil tangkapan sejak kapal kembali hingga ikan didistribusikan ke pasar.
Dinas Perikanan Flores Timur juga mendorong sarana pendukung dan teknologi untuk menambah nilai hasil tangkapan. Modernisasi yang disebut mencakup kendaraan berpendingin untuk distribusi ke pasar modern, penjualan dengan sistem penimbangan, serta pembayaran digital menggunakan QRIS.
Pengembangan usaha es balok sekaligus dapat mendukung kegiatan penangkapan dan pemasaran ikan di Flores Timur. Dengan pengelolaan yang lebih modern, produksi tangkap diharapkan memenuhi kebutuhan lokal, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha perikanan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Flores Timur Kembangkan 500 Hektare Kakao pada 2026
Pemerintah Flores Timur menyiapkan pengembangan kakao melalui perluasan lahan 500 hektare di 32 desa pada 11 kecamatan. Program ini didukung APBN 2026…
Terbaru di Ekonomi

Baca juga




