Kabar Labuan Bajo

Rabu, 21 Oktober 2026

DPRD Sikka Dorong CSR Bank untuk Program Produktif di Maumere

Anggota DPRD Sikka meminta CSR perbankan diarahkan ke program produktif seperti bank sampah dan air bersih. Dorongan ini merespons rencana penataan fasilitas publik di Kota Maumere.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Maumere, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Triy Purnama / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Maumere — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sikka, Yunus Noce Fernandez, mendorong agar dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) perbankan dipakai untuk program produktif yang berdampak langsung pada warga Sikka. Dorongan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Noce menolak jika dana CSR hanya digunakan untuk pembangunan tugu. Ia menyebut Kabupaten Sikka masih menghadapi persoalan sosial dan infrastruktur dasar, termasuk krisis air bersih dan masalah sampah. Menurutnya, kerja sama dengan perbankan dapat diarahkan pada pengembangan bank sampah serta penyediaan fasilitas air bersih bagi desa-desa yang kesulitan air.

Pernyataan tersebut merespons rencana Pemerintah Kabupaten Sikka menata, mendesain ulang, dan mempercantik sejumlah fasilitas publik, tugu, serta taman di Kota Maumere. Pemerintah daerah sebelumnya menggandeng perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga keuangan, dan pihak swasta melalui program CSR karena keterbatasan anggaran daerah.

CSR produktif menyentuh kebutuhan warga Sikka

Bagi pembaca di wilayah Flores, arah penggunaan CSR ini penting karena menyangkut kebutuhan dasar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dukungan untuk air bersih dan pengelolaan sampah berpotensi memberi manfaat langsung bagi desa dan lingkungan permukiman, sementara bank sampah juga dapat menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Rencana penataan Kota Maumere dibahas dalam acara Coffee Morning bersama Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kabupaten Sikka pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Warung 69, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok. Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan mitra kerja dapat membiayai penataan fasilitas tanpa sepenuhnya membebani anggaran Pemerintah Kabupaten Sikka.

Salah satu fasilitas yang masuk rencana penataan ialah Tugu MoF, yang akan dilengkapi taman dan ruang santai di perempatan Jalan El Tari. Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan kerja sama dengan pihak yang bersedia berkontribusi akan ditempuh melalui mekanisme yang jelas, antara lain nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.