Wamendag Soroti Ekspor Ikan Labuan Bajo ke Malaysia dan Singapura
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyoroti potensi ekspor ikan dari Labuan Bajo ke Malaysia dan Singapura.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyoroti potensi ekspor komoditas perikanan dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ke Malaysia dan Singapura. Hal itu ia sampaikan dalam kunjungan kerja ke Kampung Warloka, Kecamatan Komodo, pada Selasa, 22 Juli 2025.
Dalam pemberitaan media nasional, Dyah Roro Esti menjelaskan bahwa pada 2024 Manggarai Barat aktif mengekspor ikan ke negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura, sebelum aktivitas ekspor tersebut terhenti pada 2025. Menurut dia, ekspor yang sempat berjalan menjadi dasar bahwa komoditas ikan dari Labuan Bajo memiliki peluang pasar di luar negeri.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Barat menunjukkan sepanjang 2024 sebanyak 11.015 kilogram ikan dari Labuan Bajo diekspor ke Singapura. Ikan yang dikirim adalah jenis tenggiri dan kerapu segar, dengan volume masing-masing 4.606 kilogram tenggiri dan 6.409 kilogram kerapu. Pejabat dinas menyatakan ekspor itu dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.
Pemberitaan lain menyebut komoditas perikanan Labuan Bajo tidak hanya diminati Singapura dan Malaysia, tetapi juga negara lain di Asia Tenggara. Sebelumnya, ekspor perdana ikan segar dari Bandara Komodo ke Malaysia dan Singapura dilakukan pada November 2023. Saat itu, total 483 kilogram ikan tenggiri, kakap merah, dan kerapu segar dikirim oleh CV Labuan Bajo Fishery melalui fasilitas karantina ikan di Bima.
Selain ikan, potensi ekspor hasil laut Labuan Bajo berkembang pada 2024 ketika komoditas kerang darah mulai dikirim ke Thailand. Pejabat perusahaan eksportir menjelaskan bahwa Malaysia, Singapura, dan Vietnam juga berminat terhadap kerang darah, namun ekspor ke tiga negara tersebut terkendala perizinan. Kerang darah menjadi komoditas perikanan ketiga dari Labuan Bajo yang menembus pasar luar negeri setelah kerapu dan kakap merah.
UMKM dan produk olahan perikanan
Dalam kunjungan ke Warloka, Dyah Roro Esti berdialog dengan nelayan dan pelaku usaha kecil mengenai pengembangan produk perikanan dan UMKM. Pemerintah mendorong agar produk olahan ikan dari desa-desa di sekitar Labuan Bajo dapat memasuki pasar nasional terlebih dulu melalui jaringan ritel, sebelum dikembangkan untuk ekspor.
Salah satu fokus pendampingan adalah perbaikan kemasan dan pemasaran produk olahan. Dyah menyebut Kemendag menyiapkan fasilitasi business matching, yakni pertemuan antara pelaku usaha dan calon pembeli luar negeri, dengan memanfaatkan perwakilan perdagangan Indonesia di puluhan negara. Melalui mekanisme tersebut, produk UMKM yang dinilai siap ekspor dapat dipertemukan dengan importir atau distributor asing.
Pemerintah pusat mengaitkan fasilitasi ekspor desa-desa di sekitar Labuan Bajo dengan kerja sama pengembangan desa ekspor. Melalui nota kesepahaman Kemendag dan kementerian teknis lain, desa-desa yang memiliki komoditas ekspor potensial akan didampingi dalam hal pemasaran, pemenuhan standar mutu, dan persyaratan perizinan.
Penerbangan langsung dan peluang logistik
Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyatakan penerbangan internasional yang menghubungkan Labuan Bajo dengan Singapura dan Kuala Lumpur mendukung pengembangan ekspor daerah. Rute langsung Kuala Lumpur–Labuan Bajo dilayani maskapai berbiaya rendah sejak September 2024, sementara penerbangan langsung dari Singapura mulai beroperasi pada 2025.
Berbagai situs informasi penerbangan mencatat bahwa hingga pertengahan 2026 Bandara Komodo melayani dua rute internasional tetap, yakni Kuala Lumpur dan Singapura. Maskapai AirAsia mengoperasikan penerbangan non-stop Kuala Lumpur–Labuan Bajo, sedangkan Scoot melayani rute Singapura–Labuan Bajo beberapa kali dalam sepekan.
Keberadaan rute internasional tersebut membuka peluang pengiriman kargo bernilai tinggi, termasuk komoditas perikanan segar. Namun, pelaku usaha dan pemerintah daerah masih perlu menata rantai pasok, mulai dari fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan pascapanen, hingga konsolidasi muatan agar ekspor dari Labuan Bajo dapat berlanjut dan meningkat setelah sempat terhenti pada 2025.
Sumber
- Detik Bali - Kemendag Puji Negosiasi Prabowo-Trump soal Tarif Impor: Daya Beli Naik
- TribunFlores - 11 Ton Ikan dari Labuan Bajo Diekspor ke Singapura Sepanjang 2024
- InfoPublik - Export Perdana Komoditi Laut Labuan Bajo ke Singapura dan Malaysia
- Komodo Trip - Labuan Bajo International Flights: 2027 Status
- AsikTravel - KL to Labuan Bajo: Flights, Costs and When to Go (2026)
Berita berikutnya

Nanas Kampung Ndole Mulai Pasok Pasar Labuan Bajo
Nanas dari Kampung Ndole, Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling, mulai memasok pasar Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul.
Baca juga




