Undana Dorong Strategi Go Green bagi UMKM Pariwisata Labuan Bajo
Universitas Nusa Cendana mendorong strategi ekonomi hijau dan praktik go green untuk memperkuat daya saing pariwisata premium Labuan Bajo.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Labuan Bajo — Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mendorong penerapan strategi go green untuk memperkuat daya saing pariwisata premium Labuan Bajo melalui pelatihan dan konferensi internasional yang menekankan ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan.
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, pada Rabu, 16 September 2026.
Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian 4th International Conference on Economics, Management, Accounting & Tourism (ICEMAT) 2026 yang berlokasi utama di Zasgo Hotel Labuan Bajo dan digelar secara hibrida pada 17 September 2026.
Menurut laporan POS-KUPANG.COM, keberlanjutan lingkungan mulai dipandang bukan sekadar kewajiban, tetapi sebagai bagian penting dari daya saing pariwisata Labuan Bajo. Undana mengaitkan penerapan ekonomi hijau dengan upaya pemulihan dan penguatan pariwisata premium Labuan Bajo, termasuk pascagempa yang memengaruhi sektor wisata di kawasan tersebut.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Dr. Rolland E. Fanggidae, menjelaskan bahwa pesatnya pertumbuhan wisatawan di destinasi pariwisata premium seperti Labuan Bajo memerlukan langkah pencegahan dini terhadap masalah lingkungan, terutama sampah.
Ia mengingatkan potensi peningkatan volume sampah seiring bertambahnya aktivitas wisata jika praktik usaha tidak diarahkan pada pengelolaan yang ramah lingkungan. Menurut Rolland, penanggulangan sampah tidak seharusnya dimulai setelah masalah muncul, melainkan sejak tahap perencanaan dan operasional usaha.
“Penanggulangan sampah itu tidak bisa kita bicara nanti setelah ada masalah. Tetapi harus mulai pencegahan dari sekarang, bagaimana kita mengelola produk kita, bagaimana mengelola hotel supaya mendukung terkait dengan sustainable,” ujar Rolland.
UMKM sebagai titik awal penerapan ekonomi hijau
Pelatihan di BLK Labuan Bajo diarahkan untuk membekali sekitar 30 pelaku UMKM rintisan dengan strategi pencegahan dampak negatif pariwisata, khususnya potensi lonjakan sampah. Undana menekankan bahwa penerapan prinsip ekonomi hijau dapat memperkuat daya saing produk dan destinasi pariwisata premium di pasar internasional.
Menurut penjelasan Undana, pelatihan difokuskan pada diferensiasi dan diversifikasi produk agar usaha warga mampu bertahan di tengah dinamika situasi krisis dan perubahan tingkat kunjungan wisatawan. Pelaku UMKM didorong memahami pergeseran preferensi wisatawan mancanegara yang semakin mengutamakan tanggung jawab lingkungan dalam memilih destinasi.
Dosen sekaligus Koordinator Program Studi Manajemen FEB Undana, Debryana Yoga Salean, menegaskan bahwa konsep keberlanjutan perlu dipandang sebagai bagian dari daya saing sektor pariwisata, bukan sekadar tambahan.
Debryana menjelaskan, untuk menembus pasar luar negeri pelaku usaha tidak hanya memperhatikan kualitas dan harga premium, tetapi juga aspek keberlanjutan dan hijau sebagai salah satu pendorong daya saing.
Melalui konsep “Go Green, Stay Competitive”, pelaku UMKM didorong mengintegrasikan pengelolaan produk dan operasional usaha yang ramah lingkungan ke dalam praktik bisnis harian.
Jejaring internasional dan pemulihan pariwisata
ICEMAT 2026 mengusung tema “Sustainable Finance and Green Economic Development” dan digelar secara hibrida di Labuan Bajo dengan penyelenggara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana. Menurut penjelasan Undana, konferensi ini dimaksudkan tidak hanya sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ajang membangun jejaring internasional bagi Manggarai Barat dan Labuan Bajo.
Undana menggandeng mitra perguruan tinggi dari luar negeri, termasuk Universitas Kebangsaan Malaysia dan mitra internasional lain, untuk mendukung pengembangan UMKM pariwisata berkelanjutan. Jejaring tersebut diharapkan berkembang menjadi kolaborasi konkret antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pengelola pariwisata, dan pelaku UMKM.
Dalam laporan Undana, ICEMAT 2026 juga dikaitkan dengan upaya mempromosikan kebangkitan pariwisata dan perekonomian Labuan Bajo pascagempa, dengan menempatkan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi pemulihan.
Lewat rangkaian pelatihan UMKM dan konferensi internasional ini, Undana mendorong agar pertumbuhan pariwisata premium Labuan Bajo berjalan seiring dengan praktik usaha yang lebih ramah lingkungan, sehingga daya saing destinasi tetap terjaga di tengah tuntutan keberlanjutan yang meningkat di pasar global.
Sumber
- UNDANA – Dorong Penerapan Green Economy, FEB Undana Latih 30 Pelaku UMKM Pariwisata Premium Labuan Bajo
- POS-KUPANG.COM – Undana Siapkan Strategi Go Green Perkuat Daya Saing Pariwisata Premium di Labuan Bajo
- RRI – Undana Gandeng Mitra Internasional Kembangkan UMKM Pariwisata Berkelanjutan
- Researchcal – 4th International Conference on Economic, Management, Accounting and Tourism (ICEMAT)
- ITS Global Engagement – 4th ICEMAT 2026 – Call for Papers
Berita berikutnya

Wae Rebo Kembali Dibuka Terbatas Usai Gempa 7,7, Jalur Trekking Dipantau
Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan dengan skema percobaan secara terbatas dan bert…
Baca juga


