Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Terminal Multipurpose Labuan Bajo Masuk Regional 3 Pelindo

Direktori operasional Pelindo menempatkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo dalam Regional 3.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo tercantum dalam direktori operasional PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sebagai salah satu fasilitas yang berada di bawah Regional 3.

Informasi ini muncul pada halaman "Operasional" yang memuat daftar pelabuhan dan terminal menurut pengelompokan regional. Dalam daftar tersebut, nama Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo dimasukkan bersama fasilitas lain yang dikelola Regional 3 di berbagai provinsi.

Posisi Terminal dalam Struktur Pelindo

Pelindo mengelompokkan jaringan pelabuhan dan terminal ke dalam empat wilayah: Regional 1, Regional 2, Regional 3, dan Regional 4.

Pada bagian Regional 3, Pelindo mencantumkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo sebagai salah satu fasilitas yang berada dalam tanggung jawab manajemen regional tersebut.

Penempatan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di Regional 3 menunjukkan bahwa operasional terminal, termasuk pelayanan kapal dan bongkar muat yang diatur Pelindo, dikoordinasikan melalui struktur Regional 3.

Selain terminal multipurpose, terdapat juga entri terpisah untuk Terminal Penumpang Labuan Bajo. Pemisahan ini menggambarkan pembedaan fungsi antara fasilitas barang dan fasilitas penumpang dalam jaringan Pelindo.

Terminal Multipurpose Wae Kelambu

Di luar direktori operasional, sejumlah dokumen resmi dan pemberitaan menyebut fasilitas ini sebagai Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo.

Menurut siaran resmi pemerintah, Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo pada 14 Oktober 2021 bersamaan dengan penggabungan Pelindo menjadi satu entitas.

Pelindo menjelaskan bahwa Terminal Multipurpose Wae Kelambu difokuskan untuk melayani lalu lintas logistik dan kegiatan bongkar muat komoditas seperti peti kemas, general cargo, dan curah cair, sesuai Rencana Induk Pelabuhan Labuan Bajo.

Sejumlah pemberitaan ekonomi menyebut terminal ini sebagai pelabuhan baru hasil kolaborasi Pelindo dengan Kementerian Perhubungan, dengan fasilitas dermaga sepanjang sekitar 120 meter, lapangan penumpukan sisi laut sekitar 3 hektare, dan kapasitas peti kemas puluhan ribu TEUs per tahun.

Data Operasional dan Bongkar Muat

Pelindo dalam pemberitaannya menyampaikan bahwa Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo digunakan untuk melayani bongkar muat peti kemas, general cargo, dan curah cair, serta didukung berbagai fasilitas sisi darat seperti gudang, kantor operasional, dan terminal BBM.

Pada masa uji coba operasional awal, Pelindo mencatat pelayanan untuk belasan kapal peti kemas dan satu kapal non-peti kemas, dengan volume peti kemas lebih dari seribu TEUs dan muatan non-peti kemas berupa semen.

Di sisi pengawasan, dokumen capaian kinerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menunjukkan indikator pengawasan terhadap kegiatan bongkar muat, termasuk untuk general cargo, barang curah kering, dan peti kemas, meski dokumen tersebut merinci persentase pengawasan, bukan volume muatan per terminal.

Rangkaian Kerja Sama dengan Kementerian Perhubungan

Untuk mendukung operasional Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo, Pelindo dan Kementerian Perhubungan menjalin beberapa bentuk kerja sama.

Pemberitaan ekonomi mencatat adanya izin pemanfaatan barang milik negara berupa causeway, trestle, lapangan penumpukan, dermaga, dan fasilitas lain di Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo bagi Pelindo, dengan tujuan mendukung layanan logistik dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak.

Berita lain menyebut penandatanganan Berita Acara Serah Terima pemanfaatan barang milik negara antara Kepala KSOP Labuan Bajo dan Regional Head 3 Pelindo sebagai bagian dari penguatan operasional terminal.

Konteks Regional dan Ekonomi

Pelindo menyebut pengembangan dan pengoperasian Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, melalui peningkatan layanan logistik.

Terminal ini juga ditempatkan dalam konteks pengembangan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo, dengan penataan ulang fungsi pelabuhan agar kegiatan kargo dan logistik dipusatkan di Wae Kelambu, sementara kawasan pelabuhan lama didorong untuk fungsi pariwisata.

Dengan direktori operasional yang menempatkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo di Regional 3 dan berbagai dokumen resmi yang merinci fungsi logistik dan fasilitasnya, posisi terminal dalam jaringan Pelindo maupun perannya dalam penguatan layanan logistik Labuan Bajo dapat dipastikan secara kelembagaan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.