Terminal Multipurpose Labuan Bajo Masuk Regional 3 Pelindo
Direktori operasional Pelindo menempatkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo dalam Regional 3.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo tercantum dalam direktori operasional PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sebagai salah satu fasilitas yang berada di bawah Regional 3.
Informasi ini muncul pada halaman "Operasional" yang memuat daftar pelabuhan dan terminal menurut pengelompokan regional. Dalam daftar tersebut, nama Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo dimasukkan bersama fasilitas lain yang dikelola Regional 3 di berbagai provinsi.
Posisi Terminal dalam Struktur Pelindo
Pelindo mengelompokkan jaringan pelabuhan dan terminal ke dalam empat wilayah: Regional 1, Regional 2, Regional 3, dan Regional 4.
Pada bagian Regional 3, Pelindo mencantumkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo sebagai salah satu fasilitas yang berada dalam tanggung jawab manajemen regional tersebut.
Penempatan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di Regional 3 menunjukkan bahwa operasional terminal, termasuk pelayanan kapal dan bongkar muat yang diatur Pelindo, dikoordinasikan melalui struktur Regional 3.
Selain terminal multipurpose, terdapat juga entri terpisah untuk Terminal Penumpang Labuan Bajo. Pemisahan ini menggambarkan pembedaan fungsi antara fasilitas barang dan fasilitas penumpang dalam jaringan Pelindo.
Terminal Multipurpose Wae Kelambu
Di luar direktori operasional, sejumlah dokumen resmi dan pemberitaan menyebut fasilitas ini sebagai Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo.
Menurut siaran resmi pemerintah, Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo pada 14 Oktober 2021 bersamaan dengan penggabungan Pelindo menjadi satu entitas.
Pelindo menjelaskan bahwa Terminal Multipurpose Wae Kelambu difokuskan untuk melayani lalu lintas logistik dan kegiatan bongkar muat komoditas seperti peti kemas, general cargo, dan curah cair, sesuai Rencana Induk Pelabuhan Labuan Bajo.
Sejumlah pemberitaan ekonomi menyebut terminal ini sebagai pelabuhan baru hasil kolaborasi Pelindo dengan Kementerian Perhubungan, dengan fasilitas dermaga sepanjang sekitar 120 meter, lapangan penumpukan sisi laut sekitar 3 hektare, dan kapasitas peti kemas puluhan ribu TEUs per tahun.
Data Operasional dan Bongkar Muat
Pelindo dalam pemberitaannya menyampaikan bahwa Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo digunakan untuk melayani bongkar muat peti kemas, general cargo, dan curah cair, serta didukung berbagai fasilitas sisi darat seperti gudang, kantor operasional, dan terminal BBM.
Pada masa uji coba operasional awal, Pelindo mencatat pelayanan untuk belasan kapal peti kemas dan satu kapal non-peti kemas, dengan volume peti kemas lebih dari seribu TEUs dan muatan non-peti kemas berupa semen.
Di sisi pengawasan, dokumen capaian kinerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menunjukkan indikator pengawasan terhadap kegiatan bongkar muat, termasuk untuk general cargo, barang curah kering, dan peti kemas, meski dokumen tersebut merinci persentase pengawasan, bukan volume muatan per terminal.
Rangkaian Kerja Sama dengan Kementerian Perhubungan
Untuk mendukung operasional Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo, Pelindo dan Kementerian Perhubungan menjalin beberapa bentuk kerja sama.
Pemberitaan ekonomi mencatat adanya izin pemanfaatan barang milik negara berupa causeway, trestle, lapangan penumpukan, dermaga, dan fasilitas lain di Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo bagi Pelindo, dengan tujuan mendukung layanan logistik dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak.
Berita lain menyebut penandatanganan Berita Acara Serah Terima pemanfaatan barang milik negara antara Kepala KSOP Labuan Bajo dan Regional Head 3 Pelindo sebagai bagian dari penguatan operasional terminal.
Konteks Regional dan Ekonomi
Pelindo menyebut pengembangan dan pengoperasian Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, melalui peningkatan layanan logistik.
Terminal ini juga ditempatkan dalam konteks pengembangan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo, dengan penataan ulang fungsi pelabuhan agar kegiatan kargo dan logistik dipusatkan di Wae Kelambu, sementara kawasan pelabuhan lama didorong untuk fungsi pariwisata.
Dengan direktori operasional yang menempatkan Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo di Regional 3 dan berbagai dokumen resmi yang merinci fungsi logistik dan fasilitasnya, posisi terminal dalam jaringan Pelindo maupun perannya dalam penguatan layanan logistik Labuan Bajo dapat dipastikan secara kelembagaan.
Sumber
- Pelindo – Operasional
- Setkab – Presiden Resmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo NTT
- Tempo – Tingkatkan Layanan Logistik di Labuan Bajo
- NU Online – Pertamina Dukung Wisata Premium Labuan Bajo
- Beritasatu – Terminal Multipurpose Pelabuhan Labuan Bajo Siap Dioperasikan
- Logistiknews – Pelindo Regional 3 dan KSOP Labuan Bajo Kerjasama Pemanfaatan BMN
- KSOP Labuan Bajo – Laporan Capaian Kinerja Triwulan III 2025 (dokumen diunggah publik)
Berita berikutnya

Nanas Kampung Ndole Mulai Pasok Pasar Labuan Bajo
Nanas dari Kampung Ndole, Desa Golo Damu di Kecamatan Mbeliling, mulai memasok pasar Labuan Bajo melalui pedagang pengumpul.
Baca juga




