Pulau Kukusan Disiapkan Jadi Destinasi Bahari di Luar TN Komodo
Pulau Kukusan di Desa Pasir Panjang, Manggarai Barat, disiapkan sebagai destinasi bahari di luar Taman Nasional Komodo.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Pulau Kukusan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, disiapkan sebagai salah satu destinasi wisata bahari baru di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau kecil berpenduduk sekitar 300 jiwa atau 85 kepala keluarga itu berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan laut dengan speedboat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo, menurut keterangan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan laporan media nasional.
Pelaksana tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, menyatakan Pulau Kukusan menawarkan daya tarik wisata bahari yang serupa dengan Pulau Kelor, terutama pantai berpasir putih dan lokasi snorkeling. Pulau ini merupakan salah satu pulau penyangga kawasan Taman Nasional Komodo dan berada di sekitar Pulau Kelor. Pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten menempatkan Kukusan sebagai pilihan baru untuk memperluas sebaran kunjungan wisata di sekitar Labuan Bajo.
DetikBali melaporkan kunjungan ke Pulau Kukusan pada Selasa, 1 September 2026. Dalam laporan tersebut, kawasan pantai digambarkan memiliki pasir putih, air laut tenang berwarna kebiruan, serta pemandangan pulau-pulau kecil dan pegunungan di kejauhan. Di sekitar lokasi snorkeling terdapat sejumlah kapal bagang ikan yang sedang berlabuh.
Daya tarik bahari dan bukit
Selain aktivitas di laut, pengunjung dapat berjalan menuju area perbukitan untuk menikmati lanskap Pulau Kukusan dari ketinggian. Jalur yang dimanfaatkan wisatawan saat ini mengarah ke sekitar Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah, yang berada di ketinggian sekitar 20 meter di atas permukaan laut. Dari belakang bangunan sekolah, pengunjung dapat melihat hamparan laut, pulau-pulau kecil, dan gugusan pegunungan di kejauhan.
Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan dasar di Pulau Kukusan dan melayani anak-anak setempat sejak awal 2000-an. Revitalisasi madrasah tersebut diresmikan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Irjen Rudi Darmoko, pada Selasa, 1 September 2026, dalam rangkaian kunjungan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Pulau Kukusan.
Keberadaan sekitar 85 keluarga yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan membentuk karakter sosial Pulau Kukusan. Kehadiran penduduk dan aktivitas penangkapan ikan menjadi bagian dari lanskap yang ditemui wisatawan di sekitar kawasan snorkeling.
Rencana penataan dan fasilitas
Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat merencanakan penataan Pulau Kukusan sebagai destinasi wisata unggulan di luar TN Komodo. Menurut penjelasan Andhy Marpaung, fasilitas yang akan dibangun mencakup dermaga, toilet, kios, dan sarana pendukung lain untuk menunjang aktivitas wisata.
BPOLBF menyatakan masih menunggu desain usulan dari Dinas Pariwisata Manggarai Barat sebelum pembangunan fasilitas dimulai. Rencana pengembangan destinasi baru, termasuk Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko, ditegaskan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana seusai memimpin rapat koordinasi pemulihan pariwisata pasca gempa bumi di Labuan Bajo pada Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, Widiyanti menargetkan pembangunan destinasi-destinasi tersebut mulai dikerjakan pada tahun berikutnya dan diselesaikan dalam kurun sekitar lima tahun.
Pemerintah kabupaten sebelumnya juga menyebut Pulau Kukusan sebagai salah satu prioritas pengembangan objek wisata baru di Labuan Bajo di luar Komodo, bersama Pantai Mberenang di Kecamatan Lembor Selatan. Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menilai bentang alam Pulau Kukusan layak menjadi alternatif bagi wisatawan yang mencari pengalaman serupa dengan destinasi ikonik di kawasan Komodo.
Dengan kombinasi pantai pasir putih, spot snorkeling, lanskap perbukitan rendah, serta kehidupan masyarakat nelayan, Pulau Kukusan tengah diposisikan sebagai destinasi bahari baru yang melengkapi paket perjalanan wisata di kawasan Labuan Bajo.
Sumber
Berita berikutnya

Wae Rebo Kembali Dibuka Terbatas Usai Gempa 7,7, Jalur Trekking Dipantau
Desa wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan dengan skema percobaan secara terbatas dan bert…
Baca juga


