PSSI Manggarai Barat Bekukan Komodo United dan Cabut Lisensi Pelatih
Askab PSSI Manggarai Barat membekukan Komodo United dan mencabut lisensi pelatih Romanus Novri setelah ia memukul wasit Fredi seusai laga PSSI Cup II melawan Black Crown di Labuan Bajo.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Asosiasi Kabupaten PSSI Manggarai Barat membekukan klub Komodo United dan mencabut lisensi kepelatihan Romanus Novri setelah pelatih itu memukul wasit Fredi seusai laga PSSI Cup II melawan Black Crown di Labuan Bajo pada Jumat, 4 September 2026.
Ketua Askab PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Stadion Ora Flobamorata, Labuan Bajo, pada Sabtu, 5 September 2026.
Dalam pertandingan babak delapan besar PSSI Cup II 2026 itu, Black Crown mengalahkan Komodo United dengan skor 1-0 melalui gol di babak perpanjangan waktu. Menurut pemberitaan media lokal, insiden pemukulan terjadi setelah peluit akhir dibunyikan dan tim Komodo United dinyatakan kalah.
"Untuk tim Komodo United, kita memberi sanksi selama-lamanya tidak membawa tim lagi. Begitu juga pelatih yang bersangkutan, lisensi kepelatihannya kita cabut. Kami serahkan sepenuhnya kepada Komisi Disiplin untuk penegakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," kata Marianus Yono sebagaimana dikutip media daerah.
Marianus Yono menegaskan, kekerasan terhadap wasit tidak dapat ditoleransi dalam kompetisi resmi Askab PSSI Manggarai Barat.
Sanksi terhadap klub dan pelatih
Menurut penjelasan Askab PSSI Manggarai Barat, Komodo United dikenai sanksi tidak dapat lagi membawa tim atas nama klub tersebut dalam kompetisi yang digelar Askab.
Lisensi kepelatihan Romanus Novri dicabut, sehingga ia tidak lagi diperbolehkan mendampingi tim dalam turnamen yang berada di bawah naungan Askab PSSI Manggarai Barat.
Keputusan tersebut akan disampaikan kepada Komisi Disiplin PSSI yang berwenang menetapkan sanksi organisasi secara final berdasarkan regulasi dan kode etik PSSI.
Sejumlah warga dan pemerhati sepak bola lokal menyatakan apresiasi atas sikap tegas Askab PSSI Manggarai Barat, yang dinilai memberi pesan bahwa kekerasan tidak memiliki ruang dalam kompetisi sepak bola di daerah.
Kronologi insiden dan kondisi wasit
Berdasarkan laporan panitia dan keterangan Fredi, setelah pertandingan berakhir, Romanus Novri masuk ke tengah lapangan dan melayangkan pukulan ke arah rahang kiri wasit.
Akibat pukulan tersebut, Fredi mengalami luka robek di pipi kiri bagian dalam dan lebam pada rahang kiri. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk menjalani visum dan perawatan medis.
Video yang memperlihatkan aksi pemukulan terhadap Fredi beredar luas di media sosial dan menimbulkan kecaman dari keluarga korban serta penonton pertandingan.
Turnamen ditunda dan proses hukum
Panitia Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat menghentikan sementara pelaksanaan turnamen setelah insiden tersebut.
Pertandingan semifinal yang semula dijadwalkan pada Sabtu, 5 September 2026, ditunda hingga Senin, 7 September 2026 untuk memberi waktu evaluasi keamanan dan pemulihan kondisi wasit.
Selain mendampingi korban dalam proses medis, panitia menyatakan mendukung proses hukum terhadap peristiwa pemukulan ini.
Kuasa hukum Fredi menyebut laporan polisi atas dugaan penganiayaan telah dibuat di Polres Manggarai Barat pada Jumat malam, 4 September 2026, setelah korban menjalani visum. Aparat kepolisian menyatakan proses hukum terhadap laporan tersebut sedang berjalan.
Dengan demikian, Romanus Novri menghadapi dua jalur penanganan sekaligus: sanksi organisasi dari Askab PSSI Manggarai Barat dan proses hukum pidana di kepolisian.
Dampak terhadap citra sepak bola lokal
Insiden pemukulan wasit di PSSI Cup II Manggarai Barat memicu diskusi di kalangan pecinta sepak bola lokal mengenai keselamatan perangkat pertandingan.
Sejumlah pihak mendesak agar regulasi keamanan pertandingan diperketat dan sanksi terhadap pelaku kekerasan diterapkan secara konsisten, baik di level organisasi maupun lewat penegakan hukum.
Askab PSSI Manggarai Barat menyatakan komitmen menjaga kompetisi tetap berlangsung tertib dan mendorong semua peserta menjunjung sportivitas serta prinsip fair play.
Sumber
Berita berikutnya
Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Sikka P-21 Setelah Hampir Empat Tahun
Kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di Desa Watumerak, Kabupaten Sikka, dilaporkan pada 17 Desember 2022 dan baru dinyatakan P-21 pada 4 September…

