Produksi Padi dan Jagung Manggarai Barat pada 2024
Produksi padi dan jagung Manggarai Barat pada 2024 bergerak berbeda. Data resmi mencatat angka produksi, luas panen, serta konteks sektor pertanian dalam ekonomi daerah.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Produksi padi Manggarai Barat pada 2024 tercatat 107.375 ton gabah kering giling (GKG), sedangkan produksi jagung 11.348 ton pipilan kering, menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2025. Angka itu menunjukkan dua komoditas pangan tersebut memiliki arah perubahan yang berbeda dalam rentang 2020-2024.
Berapa produksi padi Manggarai Barat pada 2024?
Produksi padi mencapai 107.375 ton GKG pada 2024, menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2025. Satuan GKG merujuk pada gabah yang telah melalui proses pengeringan sesuai pencatatan statistik komoditas tersebut.
Sumber yang sama mencatat produksi padi sebesar 126.012 ton GKG pada 2020. Dokumen itu juga menyebut luas panen meningkat dari 22.372 hektare pada 2022 menjadi 23.995 hektare pada 2024, sementara produktivitas pada 2024 tercatat 44,75 kuintal per hektare.
Bagaimana perubahan produksi jagung?
Produksi jagung tercatat 11.348 ton pipilan kering pada 2024, menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2025. Pada 2020, produksinya 29.238 ton pipilan kering.
Luas panen jagung turun dari 9.829 hektare pada 2020 menjadi 3.419 hektare pada 2024, menurut sumber yang sama. Karena itu, angka produksi jagung perlu dibaca bersama luas panen dan produktivitas, bukan sebagai ukuran tunggal kinerja pertanian.
Apa konteks ekonominya?
Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 37,8 persen terhadap PDRB Manggarai Barat pada 2024, menurut Bappeda Kabupaten Manggarai Barat dalam Laporan Kajian Regional Diagnostic, 2026, yang menggunakan data BPS 2025. Angka ini menempatkan sektor berbasis sumber daya alam sebagai bagian besar dari struktur ekonomi daerah.
Laporan yang sama mencatat jumlah penduduk Manggarai Barat sekitar 276,28 ribu jiwa pada 2024. Data produksi pangan karena itu berkaitan dengan sektor ekonomi sekaligus ketersediaan komoditas bagi penduduk, tetapi tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai jumlah pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Mengapa satuan dan tahun perlu diperhatikan?
Padi dicatat dalam ton GKG, sedangkan jagung dicatat dalam ton pipilan kering, menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2025. Kedua satuan itu tidak dapat dibandingkan sebagai jenis barang yang sama tanpa penjelasan teknis.
Tahun rujukan juga berbeda dari tahun penerbitan dokumen. Angka produksi merujuk pada 2024, sedangkan buku saku yang memuatnya terbit pada 2025; sementara konteks struktur ekonomi berasal dari laporan Bappeda yang diperbarui pada 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Manggarai Barat
BPBD Manggarai Barat Tunda Distribusi Bantuan Gempa Saat Pilkades
BPBD Manggarai Barat menunda sementara penyaluran bantuan gempa pada hari pemungutan suara Pilkades, 29 September 2026. Bantuan yang tersisa dijadwalk…
Terbaru di Data Mabar

Berita utama hari ini

Baca juga




