Polsek dan Warga Bangun Kelas Darurat SMPN 1 Macang Pacar
Polsek Macang Pacar bersama guru dan warga membangun kelas darurat bagi siswa SMPN 1 Macang Pacar di Manggarai Barat. Ruang sementara dari bambu, terpal, dan daun kelapa itu selesai dalam dua jam setelah sekolah rusak berat akibat gempa.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Personel Polsek Macang Pacar bersama guru dan warga membangun ruang kelas darurat untuk siswa SMPN 1 Macang Pacar di Dusun Toroloji, Desa Bari, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 16 September 2026. Ruang sementara itu dibuat agar kegiatan belajar tetap berjalan setelah bangunan sekolah rusak berat akibat gempa pada pertengahan Agustus 2026.
Pembangunan dilakukan sekitar dua jam. Menurut laporan RRI.co.id dan situs resmi Tribrata News Polri di Manggarai Barat, pekerjaan dimulai sekitar pukul 09.30 WITA dan rampung sekitar pukul 11.30 WITA.
Kapolsek Macang Pacar IPDA Petrus Belas Kasihan mengatakan inisiatif itu muncul karena tenda bantuan untuk sekolah terdampak belum mencukupi. Polisi bersama guru dan warga lalu memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lokasi.
Material lokal untuk ruang belajar sementara
Ruang darurat itu dibangun dari bambu, terpal, dan daun kelapa. Menurut Kepala SMPN 1 Macang Pacar Fernandes Goa yang dikutip RRI.co.id dan Tribrata News Polri Manggarai Barat, daun kelapa dipakai sebagai penyekat antarkelas sekaligus membantu sirkulasi udara.
Setelah struktur selesai, personel polisi, warga, dan pihak sekolah menata meja serta kursi agar ruangan segera dapat dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Fernandes mengapresiasi keterlibatan Polsek Macang Pacar dan masyarakat dalam menyediakan ruang belajar sementara bagi siswa.
Polsek Macang Pacar dan pihak sekolah juga mendorong koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat untuk kebutuhan sarana belajar dan penanganan kerusakan bangunan sekolah. Kedua laporan yang diperiksa tidak memuat jadwal rehabilitasi permanen maupun hasil pemeriksaan teknis bangunan.
Langkah sementara pascagempa
Ruang kelas darurat itu menjadi penyangga sementara agar proses belajar tidak terhenti sepenuhnya di tengah keterbatasan fasilitas. Di lokasi, material sederhana dipilih karena cepat dipasang dan bisa memberi perlindungan dasar dari cuaca.
Gempa yang memicu kerusakan sekolah disebut melanda wilayah Manggarai Barat pada pertengahan Agustus 2026. Dalam pemberitaan Polri, bantuan pendidikan untuk sekolah terdampak juga disalurkan pada awal September di wilayah hukum Polsek Macang Pacar.
Dengan ruang belajar sementara itu, SMPN 1 Macang Pacar dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar sambil menunggu langkah penanganan berikutnya dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Sumber
Berita berikutnya
19 Relawan Kemenkes Layani Warga Manggarai Barat Hingga 19 September
Sebanyak 19 relawan tenaga kesehatan Kementerian Kesehatan RI tetap memberikan layanan keliling di Manggarai Barat sejak 9 hingga 19 September 2026, s…

