BRI Dirikan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Pasca Gempa Flores
BRI membangun tiga posko logistik di Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo serta satu dapur umum di Nagekeo untuk mendekatkan bantuan pascagempa M 7,7 di Flores. Direksi BRI meninjau langsung kesiapan posko dan penyaluran bantuan.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membangun tiga posko logistik dan satu dapur umum di Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk mempercepat penyaluran bantuan pascagempa bumi berkekuatan M 7,7 pada pertengahan Agustus 2026.
Menurut laporan CNBC Indonesia, ketiga posko logistik BRI berada di Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo. Langkah ini merupakan kelanjutan dari penyaluran bantuan tanggap darurat BRI di wilayah terdampak gempa.
Lokasi dan peran posko
CNBC Indonesia dan beberapa media nasional mencatat bahwa posko induk logistik BRI Peduli Labuan Bajo–Manggarai Barat berlokasi di Batu Cermin, Kecamatan Komodo. Posko ini menjadi pusat pengumpulan dan pengelolaan bantuan sebelum didistribusikan ke wilayah sekitar Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
Posko kedua, BRI Peduli Bajawa, berada di Jalan TW Mengeruda, Ngedukelu, Bajawa, Kabupaten Ngada. Posko ini melayani penyaluran bantuan ke masyarakat terdampak di Ngada dan sekitarnya.
Posko ketiga, BRI Peduli Mbay, berlokasi di Jalan TW 17, Pulau, Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Di Nagekeo, BRI juga mendirikan dapur umum untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga korban gempa.
Sejumlah media menyebut infrastruktur bantuan ini sebagai bagian dari aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, yang ditujukan untuk mengakselerasi pemulihan pascabencana di Flores.
Jenis bantuan untuk korban gempa
CNBC Indonesia merinci bahwa bantuan yang disalurkan melalui posko BRI meliputi makanan siap saji, bahan pangan pokok, air minum, selimut, terpal, tenda pengungsi, perlengkapan mandi, kebutuhan bayi, serta obat-obatan dan peralatan medis. Bantuan tersebut dikirim ke posko-posko BRI di Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo untuk kemudian diteruskan kepada warga terdampak.
Dalam berbagai laporan, BRI menyatakan bahwa keberadaan posko logistik dan dapur umum dimaksudkan untuk mendekatkan bantuan kepada masyarakat dan mempercepat penyaluran sesuai kebutuhan di lapangan. Posko menjadi titik penyimpanan dan distribusi bantuan, sementara dapur umum di Nagekeo difokuskan pada penyediaan pangan bagi korban gempa.
Keterlibatan direksi dan layanan perbankan
Media nasional melaporkan bahwa Direktur Operations BRI Hakim Putratama dan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya meninjau langsung lokasi bencana dan posko di NTT. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memeriksa kesiapan posko logistik dan dapur umum, serta pelaksanaan distribusi bantuan kepada masyarakat.
Corporate Secretary BRI Dhanny, dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media, menyebut posko dan dapur umum dapat ditambah bila kondisi dan kebutuhan masyarakat masih tinggi. Ia juga menegaskan bahwa keselamatan nasabah dan pekerja menjadi prioritas, dengan BRI melakukan pengamanan aset dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan bangunan dan fasilitas operasional.
Di tengah penanganan bencana, BRI menyampaikan bahwa layanan perbankan tetap dapat diakses melalui aplikasi BRImo dan jaringan agen BRILink. Kanal layanan ini dimanfaatkan agar nasabah di wilayah terdampak tetap dapat melakukan transaksi keuangan meski aktivitas di kantor fisik terdampak gempa.
Konteks gempa Flores dan respons bantuan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa bumi utama di Flores berkekuatan M 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 dan diikuti ribuan gempa susulan yang dirasakan di Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan sejumlah wilayah lain. Pemerintah pusat dan berbagai lembaga, termasuk BUMN, menyiapkan posko dan menyalurkan logistik ke kabupaten-kabupaten terdampak.
Dalam konteks tersebut, pembangunan tiga posko logistik dan dapur umum oleh BRI di Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo menambah jaringan titik bantuan yang sudah dibentuk pemerintah untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pascagempa Flores.
Sumber
Berita berikutnya
PLN Klaim Listrik Flores Pulih Pascagempa M7,7
PLN menyatakan sistem kelistrikan Flores, Nusa Tenggara Timur, telah kembali normal setelah gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026.
Baca juga




