Kemenkes Bangun Dua RS Lapangan di RSUD Ruteng dan Aeramo
Kementerian Kesehatan membangun dua rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk menjaga layanan medis pascagempa magnitudo 7,7 yang merusak fasilitas kesehatan di Nusa Tenggara Timur.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Kementerian Kesehatan membangun dua rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat pelayanan kesehatan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pembangunan fasilitas darurat ini disampaikan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, sebagai bagian dari respons cepat melalui aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) menyusul kerusakan bangunan rumah sakit di dua daerah tersebut.
Menurut keterangan Kementerian Kesehatan, rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo ditujukan untuk memastikan layanan medis, termasuk tindakan operasi, tetap berjalan secara aman bagi pasien dan tenaga kesehatan selama proses pemulihan fasilitas permanen.
Pendirian RS lapangan di Ruteng dan Aeramo
Kementerian Kesehatan menyatakan tengah mendirikan rumah sakit lapangan di kompleks RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo pada 18–19 Agustus 2026.
Agus Jamaludin menjelaskan, langkah ini diambil karena kedua rumah sakit tersebut mengalami kerusakan akibat gempa sehingga layanan harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Dalam keterangan terpisah, pejabat Kementerian Kesehatan Sumarjaya menyebut dua rumah sakit lapangan itu telah mulai beroperasi dan melayani tindakan medis, termasuk operasi bagi pasien yang membutuhkan.
Ia menyatakan rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng digunakan untuk pelayanan operatif bagi korban gempa, sementara rumah sakit lapangan di RSUD Aeramo mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi.
Kondisi fasilitas kesehatan dan dukungan tenaga medis
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan RSUD Ruteng dan RS Aeramo termasuk fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat beroperasi optimal.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan, Kementerian Kesehatan mengerahkan tim Emergency Medical Team berstandar WHO, dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi, serta tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit rujukan.
Agus Jamaludin menjelaskan bahwa pengiriman tim medis dan pembangunan rumah sakit lapangan di Ruteng dan Aeramo merupakan bagian dari paket respons krisis kesehatan yang mencakup dukungan logistik, obat-obatan, dan peralatan operasi.
Pemerintah pusat juga mengoordinasikan klaster kesehatan di sejumlah kabupaten terdampak untuk memetakan kebutuhan layanan, termasuk penanganan pasien rujukan ke rumah sakit lapangan.
Operasional dan pemantauan
Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa operasi di rumah sakit lapangan mulai dilakukan sejak pekan ketiga Agustus 2026, seiring pemindahan sebagian layanan dari gedung rumah sakit yang rusak ke tenda-tenda darurat.
Di RSUD Ruteng, rumah sakit lapangan dilengkapi ruang operasi sehingga tindakan bedah dapat dilakukan di luar bangunan utama yang terdampak gempa.
Di RSUD Aeramo, rumah sakit lapangan digunakan untuk menangani pasien korban gempa dan mendukung pelayanan darurat sambil menunggu perbaikan fasilitas rumah sakit.
Kementerian Kesehatan menyatakan pemantauan kondisi fasilitas kesehatan dilakukan bersama pemerintah daerah, dengan evaluasi berkala untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga medis, peralatan, dan logistik di rumah sakit lapangan.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan rekonstruksi jangka menengah bagi fasilitas kesehatan yang rusak agar layanan dapat kembali sepenuhnya ke bangunan permanen setelah fase tanggap darurat berakhir.
Sumber
- Kementerian Kesehatan RI - Kemenkes Dirikan RS Lapangan di Ruteng dan Aeramo untuk Perkuat Layanan Pascagempa NTT
- Suara.com - Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi
- BBC News Indonesia - Gempa NTT: Jumlah korban tewas jadi 103 orang – Apa yang diketahui sejauh ini?
- IDN Times
Berita berikutnya
IFG Salurkan Bantuan Rp120 Juta ke Tiga Desa di Lembor
IFG bersama anggota holding menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp120 juta kepada warga terdampak gempa di tiga desa Kecamatan Lembor, Manggar…
Baca juga


