PMI Ende Layani Sembilan Kecamatan Pascagempa Flores
PMI Kabupaten Ende melaporkan layanan kesehatan, dukungan psikososial, hunian sementara, dan distribusi bantuan di sembilan kecamatan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores 15–31 Agustus 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Ende — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ende melaporkan pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, hunian sementara, dan distribusi bantuan di sembilan kecamatan di Ende selama masa tanggap darurat pascagempa Flores 15–31 Agustus 2026. Informasi tersebut disampaikan Ketua PMI Ende Cicih Muslimah Badeoda dalam laporan kegiatan yang dipublikasikan media lokal pada Rabu, 2 September 2026.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik dangkal tersebut terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer dan memicu peringatan dini tsunami serta menimbulkan kerusakan di sejumlah kabupaten.
Menurut Cicih, PMI Ende berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait sejak hari pertama kejadian untuk membantu warga terdampak di wilayah Ende dan sekitarnya. Ia menyebut PMI berupaya hadir dalam enam jam pertama setelah gempa. Dukungan operasional PMI Ende pada masa tanggap darurat berasal dari hibah Pemerintah Kabupaten Ende, donasi masyarakat, PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan PMI Pusat.
Layanan kesehatan dan dukungan warga
Kepala Markas PMI Kabupaten Ende Yohanis Lana Senda menyampaikan data kegiatan PMI Ende selama masa tanggap darurat 15–31 Agustus 2026. Layanan kesehatan diberikan di sejumlah posko pengungsian, antara lain di Kelurahan Rewarangga Selatan dan Desa Neotonda di Kecamatan Kota Baru.
Kegiatan di posko mencakup promosi kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemeriksaan tekanan darah, serta dukungan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). PMI juga memberikan layanan dukungan psikososial (PSP) di Posko Ana Fua, Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur.
Di Kecamatan Lio Timur, PMI Ende menyediakan layanan tempat berlindung dan mendirikan tenda bagi pasien setelah melahirkan di Puskesmas Watuneso. Dalam laporan yang sama, Yohanis tidak merinci jumlah pasien maupun kapasitas tenda.
Selain layanan kesehatan, PMI Ende menyalurkan paket bantuan nonpangan ke sembilan kecamatan: Kota Baru, Detusoko, Maukaro, Ende, Ende Utara, Ende Selatan, Ende Tengah, Ende Timur, dan Ndona. Penyaluran bantuan dilakukan dari posko-posko PMI dan posko pengungsian yang tersebar di wilayah tersebut.
Data kegiatan PMI Ende yang disampaikan Yohanis meliputi:
- Promosi kesehatan, PHBS, dan pemeriksaan tekanan darah di posko pengungsian.
- Dukungan pelayanan KIA serta dukungan psikososial bagi warga terdampak.
- Pendirian tenda bagi pasien nifas di Puskesmas Watuneso.
- Distribusi paket bantuan nonpangan ke sembilan kecamatan.
- Penyaluran paket sembako di sejumlah titik di Kabupaten Ende.
- Pendirian tenda belajar untuk siswa RA Al Hikmah.
PMI Ende juga mendirikan tenda belajar untuk siswa RA Al Hikmah di Kelurahan Kelimutu, Kecamatan Ende Tengah, agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan setelah fasilitas pendidikan terdampak gempa.
Relawan bekerja dalam keterbatasan
Sekretaris PMI Kabupaten Ende John Th. Ire menjelaskan bahwa PMI Ende bergerak bersama unsur lain serta berkoordinasi dengan PMI dari tujuh kabupaten terdampak gempa di Flores. Menurut dia, kerja sama tersebut dilakukan untuk saling mendukung dan mengisi kebutuhan penanganan bencana di masing-masing wilayah.
John memaparkan mandat PMI di Ende mencakup pelayanan donor darah, dukungan kepada pemerintah dalam penanggulangan bencana, serta layanan Restoring Family Links atau pemulihan hubungan keluarga bagi warga yang terpisah akibat bencana. Ia tidak menyebutkan angka layanan donor darah maupun jumlah keluarga yang telah terhubung kembali.
Cicih dalam kesempatan yang sama menyampaikan penghargaan kepada relawan muda PMI Ende. Ia menilai para relawan tetap bekerja di lapangan untuk membantu masyarakat meski dukungan anggaran dan fasilitas terbatas, dan mengajak relawan terus menjaga semangat kebersamaan.
Pada Selasa, 1 September 2026, PMI Ende melaporkan kedatangan sejumlah logistik di Ende untuk mendukung kegiatan tanggap darurat. Logistik tersebut dijadwalkan dibongkar pada Rabu, 2 September 2026 dan dititipkan sementara di Posko Stadion Marilonga, Kecamatan Ende Timur, sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak.
Konteks gempa Flores
BMKG dalam beberapa siaran pers mencatat gempa utama magnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 sebagai gempa tektonik dangkal yang memicu tsunami lokal dan dirasakan kuat di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur, termasuk Manggarai Barat dan wilayah sekitarnya. Lembaga ini juga melaporkan ribuan gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 setelah kejadian tersebut.
Di tengah rangkaian gempa susulan dan upaya pemulihan di Flores, PMI Ende menjalankan layanan kesehatan, dukungan psikososial, penyediaan tenda, distribusi bantuan pangan dan nonpangan, serta dukungan pendidikan bagi warga di Kabupaten Ende selama periode 15–31 Agustus 2026.
Sumber
Berita berikutnya
61 Mahasiswa KKN UMY Selamat, Kampus Bantu Warga Usai Gempa NTT
Perguruan tinggi di NTT dan luar daerah mengerahkan relawan, tenaga medis, dan bantuan kemanusiaan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores p…
Baca juga



