Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Cuaca Beragam 22 Wilayah NTT, Ini Cara Membaca Prakiraan BMKG

Prakiraan BMKG untuk 22 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur pada 15 September 2026 menunjukkan kondisi cerah, berawan, kabut/asap, dan udara kabur.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menampilkan prakiraan cuaca untuk 22 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur pada Selasa, 15 September 2026, melalui laman resmi lembaga itu. Data menunjukkan variasi kondisi langit dari cerah, cerah berawan, berawan, hingga kabut/asap dan udara kabur, dengan kisaran suhu dan kelembapan yang berbeda di tiap wilayah.

Bagi wisatawan, tabel prakiraan ini sebaiknya dibaca sebagai gambaran umum kondisi wilayah, bukan satu-satunya dasar untuk memutuskan perjalanan. BMKG menyediakan pembaruan berkala di laman prakiraan cuaca provinsi, sehingga informasi yang digunakan untuk berangkat sebaiknya berasal dari data terbaru menjelang waktu perjalanan.

Memahami simbol kondisi langit

Istilah cerah dalam prakiraan BMKG menunjukkan langit relatif terbuka dengan sedikit tutupan awan. Cerah berawan berarti awan sudah lebih banyak, tetapi gambaran utama masih cerah. Berawan menandakan tutupan awan lebih dominan dalam periode prakiraan.

Tabel BMKG juga memuat istilah kabut/asap dan udara kabur. Keterangan ini berhubungan dengan jarak pandang dan kejernihan udara. Di beberapa data prakiraan NTT, kabupaten seperti Timor Tengah Selatan dan sejumlah wilayah dataran tinggi diprakirakan mengalami kabut/asap, sementara udara kabur muncul di beberapa kolom pada provinsi lain. Informasi tersebut bukan penanda bahwa hujan pasti turun, melainkan kondisi atmosfer yang dapat memengaruhi visibilitas.

Dalam tampilan prakiraan 22 kabupaten/kota NTT, Manggarai Barat, Alor, dan beberapa wilayah lain menunjukkan kombinasi kondisi cerah, cerah berawan, berawan, serta kabut/asap atau udara kabur. Kisaran suhu harian umumnya berada antara belasan hingga sekitar 30-an derajat Celsius, bergantung karakter masing-masing daerah.

Suhu dan kelembapan bukan peluang hujan

Angka suhu dalam tabel BMKG menunjukkan kisaran temperatur yang diprakirakan untuk suatu periode, sedangkan kelembapan menggambarkan kandungan uap air di udara. Kelembapan tinggi dapat muncul bersamaan dengan cuaca cerah dan tidak otomatis berarti hujan akan turun, sebagaimana terlihat pada beberapa kabupaten di NTT yang diprakirakan cerah dengan kelembapan mencapai lebih dari 80 persen.

Kota Kupang, misalnya, dalam tampilan prakiraan cuaca provinsi NTT tercatat beberapa kali dengan kondisi cerah, suhu sekitar 22–34 derajat Celsius dan kelembapan di kisaran 30–80 persen, tergantung kolom periode prakiraan. Di Alor, data prakiraan menunjukkan kombinasi cerah atau berawan dengan kelembapan yang dapat mendekati 99 persen pada beberapa hari, sementara suhu berada di kisaran 16–32 derajat Celsius.

Informasi suhu dan kelembapan berguna untuk menyiapkan kebutuhan perjalanan. Suhu tinggi dapat menjadi pertimbangan untuk membawa pelindung dari matahari dan air minum yang cukup, sementara kelembapan tinggi dapat membuat udara terasa lebih pengap. Namun keputusan membawa perlengkapan hujan tetap memerlukan informasi eksplisit mengenai potensi hujan dari pembaruan BMKG yang lebih terperinci.

Dasar keputusan perjalanan wisata

Untuk kegiatan darat seperti kunjungan destinasi, pendakian, atau perjalanan antarkawasan, wisatawan perlu memeriksa prakiraan kabupaten atau kota tujuan, bukan hanya daerah keberangkatan. Prakiraan BMKG NTT menunjukkan perbedaan kondisi antardaerah: sejumlah wilayah seperti Kupang dan beberapa kabupaten lain sering diprakirakan cerah, sementara daerah lain lebih banyak mencatat berawan atau kabut/asap.

Pemeriksaan ulang perlu dilakukan mendekati waktu berangkat karena prakiraan dapat berubah dari hari ke hari. Wisatawan juga perlu memperhatikan jarak pandang ketika tabel menunjukkan kabut/asap atau udara kabur, terutama jika rute melibatkan jalan berkelok, kawasan perbukitan, atau keberangkatan pagi. Di beberapa prakiraan, kabut/asap muncul di wilayah dataran tinggi Timor dan Flores sehingga berpotensi memengaruhi visibilitas perjalanan darat.

Untuk pelayaran atau aktivitas wisata laut, prakiraan kabupaten dan kota tidak cukup. BMKG menyediakan prakiraan cuaca maritim yang memuat tinggi gelombang, kecepatan dan arah angin, serta jarak pandang untuk perairan dan pelabuhan, yang menjadi acuan tambahan bagi operator kapal dan wisatawan. Informasi ini melengkapi tabel prakiraan darat yang tidak memuat detail kelautan.

Urutan praktis bagi wisatawan adalah memeriksa prakiraan wilayah tujuan, membaca simbol kondisi langit, memahami kisaran suhu dan kelembapan, lalu mengonfirmasi prakiraan maritim bila kegiatan berlangsung di perairan. Keputusan akhir untuk berlayar sebaiknya mengikuti penilaian keselamatan operator dan informasi resmi terbaru dari BMKG.

Konteks

BMKG pada 15 September 2026 menampilkan tampilan prakiraan cuaca kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk 22 wilayah administratif, termasuk Manggarai Barat, Kota Kupang, Alor, Ende, Sumba Timur, dan Rote Ndao. Sejumlah media lokal kemudian mengutip dan mengembangkan informasi tersebut untuk menjelaskan kondisi cerah hingga berawan serta kabut/asap di berbagai daerah NTT pada pertengahan September 2026. Bagi wisatawan, informasi ini menjadi rujukan awal yang perlu dilengkapi dengan pembaruan resmi BMKG dan pertimbangan operator perjalanan, terutama jika rute melibatkan laut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.