Kabar Labuan Bajo

Jumat, 23 Oktober 2026

Pemkab Sikka Gelar Festival Musik Tradisi pada 23-24 Oktober 2026

Pemerintah Kabupaten Sikka mendorong pelestarian musik tradisional melalui Festival Musik Tradisi Indonesia. Festival dijadwalkan berlangsung pada 23-24 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Hutan dan Pusat Mata Air Wair Terang Area Hutan dan Pusat Mata Air yang dilindungi.
Foto arsip: Hutan dan Pusat Mata Air Wair Terang Area Hutan dan Pusat Mata Air yang dilindungi. · Foto: GaRiku / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sikka — Pemerintah Kabupaten Sikka mendorong pelestarian musik tradisional melalui Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) di Sikka, Nusa Tenggara Timur. Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Mauritius Minggo, S.T., M.T., menyebut festival tersebut menjadi ruang ekspresi seniman sekaligus sarana memperkenalkan musik tradisi Sikka kepada masyarakat luas. FMTI juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem musik tradisi melalui pertunjukan, apresiasi, dialog budaya, dan kolaborasi.

Festival mengangkat tema lokal “Gong Ha Lin Dopo, Waning Ha Hagong Nawang”, yang menggambarkan kebersamaan masyarakat ketika bunyi gong dan gendang tradisional atau waning mengundang warga berkumpul. Musik yang diperkenalkan antara lain tabu gong, waning, nyanyian adat, serta kesenian musik lokal lainnya.

Warisan musik Sikka mendapat ruang tampil dan belajar

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan Flores, kegiatan ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah tidak hanya hadir sebagai pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat. Pelibatan maestro, seniman lokal, sanggar seni, dan generasi muda membuka ruang bagi pewarisan pengetahuan musik tradisional.

Pemerintah Kabupaten Sikka mengaitkan pelestarian budaya dengan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Festival dirancang sebagai daya tarik wisata budaya yang autentik dan edukatif, sekaligus memperluas apresiasi terhadap seni tradisional Sikka.

Festival Musik Tradisi Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 23-24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut juga ditargetkan mendukung promosi budaya lokal, pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui bazar dan pameran produk lokal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.