Kabar Labuan Bajo

Jumat, 23 Oktober 2026

Pemangkasan TKD Hambat Jembatan Wae Impor dan Jalan Hita–Bari

Pemangkasan Transfer ke Daerah membuat Jembatan Wae Impor dan jalan hotmix Hita–Bari di Manggarai Barat belum tuntas. Jembatan itu disebut dilanjutkan pada 2027.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Alat berat pemadat jalan melintas di jalan tanah pedesaan yang sedang dibangun.
Ilustrasi: Alat berat pemadat jalan melintas di jalan tanah pedesaan yang sedang dibangun. · Foto: XT7 Core / Pexels

Manggarai Barat — Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) menghambat pembangunan Jembatan Wae Impor dan jalan hotmix Hita–Bari di Kabupaten Manggarai Barat pada 2026. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat berhenti dikerjakan, sedangkan jalan Hita–Bari hanya mencapai Kampung Nangka, Desa Rokap, Kecamatan Macang Pacar, sekitar tujuh kilometer dari Desa Bari.

Proyek Jembatan Wae Impor bernilai Rp1.499.989.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Pekerjaan dimulai pada September 2025 dan berhenti sejak Februari 2026. Sampai tahap itu, pelaksana baru memperlebar serta membuka jalan di atas lahan sawah warga, menyusun batu, dan membangun struktur bawah jembatan berupa dua tiang penyangga.

Jalan hotmix Hita–Bari menghubungkan Kecamatan Pacar dan Macang Pacar. Anggaran awalnya Rp14 miliar, tetapi realisasi yang diterima Rp7 miliar. Pekerjaan kemudian berhenti di Kampung Nangka, Desa Rokap.

Pemangkasan TKD terasa di jalur penghubung antarwilayah

Bagi warga, dua proyek ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi. Jembatan Wae Impor berkaitan langsung dengan konektivitas Kuwus dan Kuwus Barat, sementara jalan Hita–Bari menghubungkan wilayah Pacar dan Macang Pacar. Pekerjaan yang berhenti membuat akses antarkecamatan belum tersambung sesuai rencana.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Pius Baut, membenarkan bahwa pemotongan TKD sejak 2025 menghambat pembangunan. Ia menyebut sekitar 60–70% APBD masih bersumber dari dana pusat. Transfer pemerintah pusat untuk Manggarai Barat tercatat Rp1.083.107.243.145 pada 2024, turun menjadi Rp1.076.361.278.000 pada 2025, lalu menjadi Rp839.869.273.000 pada tahun ini.

Pemerintah daerah menyatakan pembangunan Jembatan Wae Impor akan dilanjutkan pada 2027. Untuk proyek jalan Hita–Bari, jadwal lanjutan belum disebutkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Manggarai Barat

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.