Data Desa Catat 63 Penyintas Lewotobi Meninggal di Huntara
Data sementara tiga pemerintah desa mencatat 63 penyintas erupsi Lewotobi meninggal di hunian sementara selama 2024–2026. Angka dari beberapa wilayah lain belum lengkap.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 1 menit baca
Flores Timur — Data sementara yang dihimpun pada 21 Oktober 2026 mencatat 63 kematian penyintas di hunian sementara selama 2024–2026. Rinciannya, 27 jiwa berasal dari Desa Nawokote, 22 jiwa dari Desa Klatanlo, dan 14 jiwa dari Desa Dulipali.
Angka tersebut dihimpun dari tiga pemerintah desa di Kabupaten Flores Timur. Data kematian dari Desa Hokeng Jaya, Desa Nobo, serta Dusun Podor dan Dusun Kampung Baru di Desa Boru belum memuat angka riil.
63 kematian menunjukkan mendesaknya hunian tetap bagi penyintas
Bagi warga Labuan Bajo dan Flores, kabar ini menyoroti persoalan yang melampaui pembangunan tempat tinggal sementara. Penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih menghadapi masa tinggal panjang di hunian sementara, sementara sebagian data kematian belum dihimpun secara lengkap.
Erupsi pada November 2024 sebelumnya menewaskan warga, melukai puluhan orang, dan memaksa ribuan warga mengungsi. Desa Nawokote, Klatanlo, Dulipali, Hokeng Jaya, Nobo, dan Boru termasuk wilayah yang disebut dalam laporan mengenai dampak erupsi dan penanganan pengungsian.
Data terbaru ini berasal dari pendataan sementara tiga pemerintah desa, sehingga belum mencakup seluruh wilayah yang disebut masih memiliki angka kematian. Pemerintah didesak menuntaskan hunian tetap agar penyintas tidak terus bergantung pada hunian sementara.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Flores Timur Alokasikan 15 Kapal untuk Ekonomi Pesisir
Pemerintah Flores Timur mengalokasikan pengadaan 15 kapal ikan pada tahun anggaran 2025. Program Kampung Nelayan Merah Putih mencakup enam desa untuk…
Terbaru di Flores Raya

Baca juga





