Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Manggarai Perpanjang Tanggap Darurat Gempa hingga 28 September

Pemkab Manggarai memperpanjang status tanggap darurat gempa hingga 28 September 2026. Pendataan rumah rusak jadi dasar bantuan, dengan 25 persen nilai bantuan untuk upah kerja dan sisanya material.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 September 2026. Perpanjangan itu dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Manggarai Nomor 342 Tahun 2026 yang ditandatangani Bupati Herybertus Geradus Laju Nabit.

Dalam laporan sejumlah media lokal yang mengutip keputusan itu, pemerintah daerah menempatkan pemulihan rumah warga sebagai salah satu prioritas utama. Pendataan rumah rusak dipakai sebagai dasar untuk menentukan jenis bantuan yang diterima masing-masing keluarga.

Pendataan rumah rusak

Pemkab Manggarai menurunkan aparatur sipil negara dari tiap organisasi perangkat daerah ke desa-desa untuk memeriksa kondisi rumah warga. Pemeriksaan itu mengacu pada kriteria Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bukan penilaian subjektif petugas.

Hasil pendataan digunakan untuk mengelompokkan rumah ke dalam kategori rusak ringan, sedang, dan berat. Pemerintah menargetkan pendataan lapangan selesai dalam satu minggu.

Skema bantuan perbaikan rumah juga dibedakan menurut tingkat kerusakan. Sebagian besar bantuan disalurkan dalam bentuk material bangunan, sedangkan 25 persen dialokasikan untuk upah kerja.

Hunian sementara dan hunian tetap

Untuk rumah yang rusak berat, BNPB dan Pemkab Manggarai menyiapkan hunian sementara atau hunian tetap. Rumah pengganti yang disebut dalam laporan itu berbentuk tipe 36 dengan ukuran 6 x 6 meter.

Syarat utama pembangunan adalah lahan harus menjadi milik sah penerima manfaat. Sejumlah media lokal juga melaporkan bahwa warga masih menunggu verifikasi lapangan untuk memastikan kategori kerusakan dan bentuk bantuan yang sesuai.

Selain pemulihan rumah, pemerintah daerah masih mengatur distribusi logistik bagi warga terdampak. Gudang penyimpanan disebut sempat penuh sehingga ruang rapat umum kantor bupati dipakai sebagai tempat penyimpanan sementara.

Pemkab Manggarai juga menaruh perhatian pada dampak psikologis warga. Sebagian keluarga masih dilaporkan cemas terhadap getaran kecil, sementara pemerintah terus menyiapkan penanganan darurat dan pemulihan bertahap bagi para penyintas gempa.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.