NTB Siapkan Rumah Sakit Darurat dan Dapur Umum di Manggarai Timur
Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan rumah sakit darurat dan dapur umum di Manggarai Timur sebagai bagian bantuan untuk korban gempa Magnitudo 7,7 di NTT, melengkapi rumah sakit lapangan yang didirikan tim kesehatan di Puskesmas Dampek.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan rumah sakit darurat dan dapur umum di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari bantuan untuk warga terdampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores dan sekitarnya pada 15 Agustus 2026.
Rencana penempatan posko utama, rumah sakit darurat, dan dapur umum di Manggarai Timur disampaikan Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik dalam keterangan yang dikutip media nasional pada 20 Agustus 2026.
Menurut Ahsanul Khalik, tim Pemerintah Provinsi NTB bergerak melalui jalur darat dari Mataram menuju Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima sebelum menyeberang ke Labuan Bajo.
Rombongan dibagi dalam dua kelompok karena keterbatasan kapasitas kapal, dengan keberangkatan sekitar pukul 21.00 Wita dan menjelang tengah malam.
Setibanya di Labuan Bajo, tim NTB melanjutkan perjalanan menuju wilayah terdampak di daratan Flores.
Dalam keterangan yang sama, Ahsanul menyebut hasil pembagian tugas menempatkan tim NTB di Manggarai Timur.
Di wilayah tersebut mereka akan mendirikan rumah sakit darurat dan dapur umum untuk melayani warga terdampak dan pengungsi, sekaligus memperkuat layanan di fasilitas kesehatan setempat.
Bantuan logistik dan koordinasi lintas daerah
Media nasional yang sama melaporkan bantuan yang dibawa rombongan NTB berupa kebutuhan pangan seperti beras, mi instan, air mineral, minyak goreng, gula, paket sembako, pangan siap saji, serta biskuit dan susu untuk mendukung kebutuhan dasar penyintas.
Distribusi bantuan dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, agar penyaluran logistik dan layanan sesuai kebutuhan dan menjangkau wilayah terdampak di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, serta kabupaten lain di Flores.
Respons NTB melengkapi dukungan pemerintah pusat dan lembaga kemanusiaan yang sudah lebih dulu mengirim bantuan ke NTT.
Menurut laporan salah satu organisasi kemanusiaan, Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed yang terdiri dari 50 personel mendirikan rumah sakit lapangan di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur, yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Tim tersebut bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan dijadwalkan bertugas selama 30 hari sejak 17 Agustus 2026.
Laporan itu juga mencatat layanan kesehatan, logistik, dan dukungan psikososial diberikan kepada ribuan penyintas di Manggarai Timur dan wilayah lain yang terdampak.
Rumah sakit lapangan dan dapur umum di Manggarai Timur
Sejumlah laporan resmi dan pemberitaan menyebut pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan rumah sakit lapangan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak gempa di Flores.
Rumah sakit lapangan tersebut direncanakan ditempatkan di Kabupaten Manggarai dan wilayah lain sebagai bagian dari percepatan penanganan korban.
Di tingkat lokal, rumah sakit lapangan di Puskesmas Dampek menjadi salah satu titik layanan kesehatan darurat di Manggarai Timur.
Di luar itu, Pemerintah Provinsi NTB akan mengoperasikan rumah sakit darurat dan dapur umum sebagai dukungan tambahan bagi masyarakat terdampak di kabupaten tersebut.
Informasi rinci mengenai kapasitas tempat tidur, jumlah tenaga kesehatan dari NTB, serta lama operasional rumah sakit darurat dan dapur umum dari NTB belum dijelaskan dalam keterangan resmi dan pemberitaan yang tersedia.
Namun, data dari organisasi kemanusiaan dan pemerintah menunjukkan layanan kesehatan darurat, dapur umum lapangan, dan distribusi logistik terus diperkuat selama masa tanggap darurat di Manggarai dan Manggarai Timur hingga akhir September 2026.
Sumber
Berita berikutnya
BNPB Asesmen Desa Sulit Diakses di Kuwus, 1.108 Warga Mengungsi
BNPB melakukan asesmen ke Dusun Coal dan Dusun Dahang di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, usai gempa M 7,7 yang mengguncang Flores dan NTT.
Baca juga


