Gempa Kecil Guncang Labuan Bajo, BMKG: Tidak Berpotensi Dampak Besar
Gempa bermagnitudo kecil terjadi di wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Gempa bumi bermagnitudo kecil terjadi di wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu tidak berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar dan hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban dari pihak berwenang setempat.
Radio Republik Indonesia (RRI) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo M 2,7 mengguncang Labuan Bajo pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 19.52 WIB. Dalam laporan itu, RRI mengutip data awal BMKG yang menyebut episenter gempa berada pada koordinat 7,74 derajat Lintang Selatan dan 120,30 derajat Bujur Timur.
Menurut RRI, gempa tersebut berkedalaman 0 kilometer dan berpusat di permukaan pada jarak sekitar 95 kilometer di timur laut Labuan Bajo. RRI juga menuliskan bahwa BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi dan menegaskan informasi awal mengutamakan kecepatan sehingga data masih dapat berubah setelah analisis lanjutan.
Informasi resmi BMKG
Sementara itu, kanal resmi BMKG di platform X pada 23 Agustus 2026 mencatat kejadian gempa tektonik lain di wilayah yang sama dengan parameter yang berbeda. Dalam unggahan tersebut, BMKG menyampaikan gempa bermagnitudo M 2,3 terjadi pada 23 Agustus 2026 pukul 18.40.57 WIB dengan lokasi di koordinat 8,13 derajat Lintang Selatan dan 120,12 derajat Bujur Timur.
BMKG menyebut pusat gempa berada sekitar 47 kilometer timur laut Labuan Bajo dengan kedalaman 9 kilometer. Pada unggahan yang sama, BMKG menyertakan penjelasan bahwa informasi gempa mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data observasi.
Perbedaan parameter antara laporan RRI dan catatan BMKG di X menunjukkan adanya pembaruan maupun variasi data awal hasil pemantauan seismik. Dalam praktik kebencanaan, BMKG lazim menyampaikan parameter awal yang kemudian dapat direvisi setelah pengolahan data lebih lengkap.
Gempa kecil, tanpa laporan dampak
Magnitudo gempa yang dilaporkan, baik M 2,7 dalam berita RRI maupun M 2,3 dalam unggahan BMKG, tergolong gempa kecil. Menurut penjelasan umum BMKG tentang klasifikasi gempa, gempa dengan magnitudo di bawah 3 umumnya tidak menimbulkan kerusakan dan sering kali hanya dirasakan lemah atau tidak terasa sama sekali oleh sebagian besar penduduk.
RRI menyampaikan hingga laporan mereka terbit belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan ataupun korban jiwa akibat getaran tersebut. BMKG dalam unggahan di X juga tidak mencantumkan peringatan potensi tsunami maupun laporan kerusakan, hanya memberikan penegasan bahwa informasi bersifat sementara.
Gempa ini terjadi dalam konteks aktivitas seismik tinggi di Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 setelah gempa besar berkekuatan M 7,7 yang memicu peringatan dini tsunami dan menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah. Namun, berdasarkan data BMKG dan pernyataan lembaga terkait yang tersedia, gempa kecil di Labuan Bajo pada 23 Agustus 2026 tercatat sebagai kejadian terpisah dengan magnitudo rendah dan tanpa laporan dampak signifikan.
Anjuran bagi warga
Warga di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya disarankan tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan lembaga kebencanaan untuk mengetahui perkembangan aktivitas gempa di Nusa Tenggara Timur. Masyarakat dapat memeriksa kondisi lingkungan secara tenang dan melaporkan jika menemukan kerusakan atau keadaan darurat kepada aparat setempat.
BMKG mengingatkan bahwa informasi gempa tahap awal bertujuan memberi peringatan cepat kepada masyarakat, sehingga parameter teknis seperti magnitudo, lokasi, dan kedalaman dapat diperbarui setelah analisis lanjutan. Karena itu, warga diimbau merujuk pada pembaruan resmi BMKG ketika tersedia.
Sumber
Berita berikutnya

Bulog Bongkar 150 Ton Beras Movenas di Pelabuhan Labuan Bajo
Perum Bulog membongkar sekitar 150 ton beras mobilisasi nasional di Pelabuhan Labuan Bajo pada 21 Agustus 2026 untuk memperkuat stok pangan Nusa Tengg…
Baca juga




